Vol. 1 No.01 2016 | 77 ANALISIS STRUKTUR, KINERJA, DAN PERILAKU INDUSTRI ROKOK DI INDONESIA SELAMA PERIODE 2003 - 2012 Eva Maria Sulastri, Suhono Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. Ronggowaluyo Telukjambe Timur Karawang ABSTRAK Industri Hasil Tembakau (IHT) dinilai sebagai industri yang mampu menunjang sektor perekonomian Indonesia. Penerimaan cukai hasil tembakau terbukti efektif untuk meningkatkan penerimaan negara, sehingga industri ini masih tetap dipertahankan. Perkembangan yang terjadi selama kurun waktu 2003 - 2012, mengindikasikan adanya perubahan pada struktur, kinerja, dan perilaku dari industri rokok. Perubahan struktur tersebut, pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana kinerja dan perilaku yang ada pada industri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, kinerja, dan perilaku di industri rokok kretek. Selain itu akan dianalisis faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kinerja. Struktur, kinerja, dan perilaku industri rokok kretek akan dianalisis menggunakan Metode SCP. Pendekatan ini terdiri dari tiga analisis utama yaitu analisis struktur, analisis kinerja, dan analisis perilaku. Analisis struktur di analisis melalui indikator CR4 serta hambatan masuk. Kinerja industri diukur dengan Pendekatan Price Cost Margin (PCM). Hasil analisis struktur, didapatkan bahwa tingkat konsentrasi industri rokok kretek berada pada struktur oligopoli ketat dengan kisaran rata-rata 71.77 persen. Rata-rata nilai MES yang mencerminkan hambatan masuk pada industri rokok kretek (72,17 persen). Adapun analisis perilaku industri rokok tidak terlepas dari peraturan pemerintah terutama dalam hal penetapan harga jual. Perilaku yang terkait dengan strategi promosi meskipun meningkatkan biaya promosi, tetap dilakukan untuk mempertahankan pangsa pasar yang besar. Kata Kunci: Struktur, Kinerja dan Prilaku Industri Rokok A. PENDAHULU Tembakau merupakan salah satu komoditas perdagangan penting di dunia termasuk Indonesia. Produk tembakau utama yang diperdagangkan adalah daun tembakau dan rokok. Tembakau dan rokok merupakan produk bernilai tinggi, sehingga bagi beberapa negara termasuk Indonesia berperan dalam perekonomian nasional, yaitu sebagai salah satu sumber devisa, sumber penerimaan pemerintah dan pajak (cukai), sumber pendapatan petani dan lapangan kerja masyarakat (usaha tani dan pengelolahan rokok). Indikator kemajuan suatu negara dapat dilihat dari perkembangan sektor industrinya. Semakin maju suatu negara, maka peranan dari sektor industrinya akan semakin besar. Salah satu sektor industri yang kemudian berpotensi dalam hal ini adalah Industri Hasil Tembakau (IHT). Menurut Roadmap Industri Pengolahan