Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram Volume 7, Nomor 3, Desember 2020 256 Available online : http://abdiinsani.unram.ac.id P-ISSN 2356-2935 Doi article : http://doi.org/10.29303/abdiinsani.v7i3.346 E-ISSN 2657-0629 PEMBERDAYAAN INDUSTRI KREATIF KERAJINAN PERAK MELALUI PENINGKATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN GILING PERAK Empowerment of Silver Creative Industries Through Improving Appropriate Technology Using Silver Milling Machines I Wayan Joniarta 1* , I Made Adi Sayoga 1 , Made Wijana 1 , I Gusti Agung Ketut Chatur Adhi Wirya Aryadi 1 , Ni Ketut Surasni 2 1 Program Studi Teknik Mesin Universitas Mataram, 2 Program Studi Ekonomi Manajemen Universitas Mataram Jalan Majapahit No 62, Kota Mataram Provinsi NTB * Alamat Korespondensi: wayanjoniarta@unram.ac.id (Tanggal Submission: 20 Oktober 2020, Tanggal Accepted: 28 Desember 2020) ABSTRAK Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, merupakan sentra kerajinan perak. Produk yang dihasilkan adalah bros, cincin, giwang, tusuk konde, suweng, liontin dan gelang. Bahan utama produk perhiasan ini yaitu perak yang dicetak,digiling, diukir kemudian di kombinasi dengan kulit kerang, mutiara dan batu permata. Salah satu UKM yang menjadi mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah “JEN’s “ Creative Silver. Permasalahan mitra yaitu masih menggunakan mesin giling manual yang diputar dengan tangan sehingga karyawan cepat lelah. Tujuan dari kegiatan ini yaitu menyediakan mesin penggiling perak dengan penggerak motor listrik yang nyaman dilengkapi dengan gearbox. Metode pelaksanaan yaitu mendesain, merancang dan merakit, melatih karyawan, menyediakan panduan perawatan mesin. Hasil kegiatan yaitu 1 unit mesin penggiling perak dengan penggerak motor Listrik 1 HP putaran 1450 rpm, terhubung gearbox 1:20 sehingga putaran rol penggiling sekitar 100 rpm. Mesin ini bisa membentuk kawat dengan diamater bervariasi mulai 2 mm hingga paling kecil sekitar 0,05 mm. Mesin ini mempunyai beberapa kelebihan yaitu,, putaran stabil, hasil giling bisa seragam dan karyawan tidak cepat lelah. Motor listrik yang di gunakan dilengkapi dengan switch otomatis yang akan memutus aliran listrik ketika terjadi konslet. Pengujian kinerja mesin, saat masih menggunakan mesin manual memerlukan waktu sekitar 10 sampai 15 menit untuk menggiling perak satu on (100 gr) sekarang menggunakan motor listrik, maka waktu bisa lebih cepat rata-rata > 50% bisa sampai 5 – 7 menit untuk 1 on (100 gr). Peningkatan omzet sejak diterapkan mesin giling perak saat ini masih kecil,sekitar 3% akibat sepinya permintaan di tengah-tengah wabah pandemic covid-19. Kata Kunci : Kerajinan perak, ungga, mesin giling