Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 6 No 1 Januari-Juni 2023 1-8 ISSN 2477-7900 (printed) | ISSN 2579-7328 (online) | terakreditasi Sinta-4 DOI: https://doi.org/10.24821/productum.v6i1.6206 Transformasi analisis konfigurasi desain smart office desk untuk kebutuhan work from home Irna Arlianti, 1* Amila Sofiah, 2 Hertina Susandari, 3 1,3 Departemen Desain Produk, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia 2 Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia Abstract The work from home concept has become a common work system to reduce the rate of spread of COVID-19 cases. The adjustment of the portion of working in the office only below 50% in the next few years. Unfortunately, the impact of working from home is the flexibility of working time. There is no dividing wall between work time and personal time. Increased workloads and work delays often occur which ultimately affect the performance of workers. The work desk design development could be alternative solution. Referring to the trend of furniture design in the next few years, smart furniture design is becoming a trend that is in demand and needed to improve the quality of life. Smart furniture includes the application of intelligent systems / controllers to furniture designs in the form of sensors and actuators that are tailored to user needs. Research was conducted on the configuration analysis of smart office desk designs for the needs of working at home. The results are recommendations for the layout of user detector on the desk, the process of integrating the desk and the user detector, the final design, the design requirements and objectives in the development of a smart office desk. Key words: office desk design, user detector, smart furniture, work from home Abstrak Konsep work from home telah menjadi sistem kerja umum untuk menekan laju penyebaran kasus COVID-19. Penyesuaian porsi bekerja di kantor diprediksi hanya di bawah 50% beberapa tahun ke depan. Sayangnya, ada masalah yang muncul karena bekerja dari rumah, yaitu fleksibilitas waktu kerja. Tidak ada dinding pemisah antara waktu kerja dan waktu pribadi. Peningkatan beban kerja dan keterlambatan kerja sering terjadi yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja pekerja. Pengembangan desain meja kerja dapat menjadi alternatif solusi. Mengacu pada tren desain furnitur dalam beberapa tahun ke depan, desain furnitur pintar menjadi tren yang diminati dan dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup. Smart furniture meliputi penerapan sistem cerdas / kontroler pada desain furnitur berupa sensor dan aktuator yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Berdasarkan permasalahan dan peluang tersebut, maka dilakukan penelitian tentang analisis konfigurasi desain meja kantor pintar untuk kebutuhan bekerja di rumah. Hasilnya berupa rekomendasi tata letak detektor pengguna pada meja, proses integrasi meja dan detektor pengguna, desain akhir, dan design requirement and objectives dalam pengembangan smart office desk. Kata kunci: desain office desk, detektor pengguna, smart furniture, work from home * Corresponding author Tel : +62-857-908-876 67 ; e-mail : arlianti@its.ac.id 1. Pendahuluan Working from Home (WFH) telah menjadi budaya bekerja masyarakat global sejak pandemi COVID-19. Selama lima tahun terakhir, jumlah orang yang bekerja di rumah meningkat 44% yang kemudian menjadikan Working from Home (WFH) sebagai standar de facto bagi sebagian besar pekerja selama COVID-19 outbreaks (Kaushik, 2020). Hal ini menyebabkan teknologi berkembang lebih pesat sejak penggunaan teknologi sangat besar sebagai media komunikasi antar pekerja. Terlebih lagi, bekerja dari rumah dapat menghemat waktu dan biaya transportasi pekerja serta penggunaan sumber daya energi di kantor (Kaushik, 2020). Kenyamanan dan keamanan bekerja di rumah bahkan dirasakan bagi beberapa karyawan yang telah familiar dengan penggunaan teknologi (Setyawan, 2020). Di sisi lain, WFH juga memiliki tantangan tersendiri. Tidak dapat membedakan waktu bekerja dan waktu pribadi kerap dialami pekerja WFH sehingga berdampak pada performa pekerja (Susilo, 2020). Suasana yang fleksibel menyebabkan durasi waktu bekerja tidak teratur. Padahal performa bekerja terkait dengan