Berita Kedokteran Masyarakat, Vol. 25, No. 3, September 2009 l 117 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan, Erni Erawatyningsih, dkk. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN BEROBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU FACTORS AFFECTING INCOMPLIANCE WITH MEDICATION AMONG LUNG TUBERCULOSIS PATIENTS Erni Erawatyningsih„, Purwanta², Heru Subekti² 1 Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat 2 Program Studi Ilmu Keperawatan, FK UGM, Yogyakarta ABSTRACT Background: Tuberculosis (TB) disease is one of major public health problems which cannot be overcome yet. The problem is caused by some factors one of which is incompliance of the patient with medication. In 2005, At the health center of West Dompu drop out rate of TB patients was still relatively high (29.1%) and recovery patients TB were still relatively low (71,7%). Objective: To identify factors which affect incompliance with medication among lung TB patients at the working area of West Dompu health center, Subdistrict of Woja, District of Dompu, West Nusa Tenggara. Method: This was an analytical case study with case control design. Samples of the study were 21 patients of lung TB totally taken who failed and were dropped out from medication in 2005. Instrument this study used quesionary. Data analysis used chi square. Result: The factor most dominantly affected incompliance with medication among lung TB patients was education (OR=0.12, p<0.05); whereas factors which did not affect incompliance with medication were age, sex, quality of service, support from drug taking supervisor and distance from the house to the health center (p>0.05). Conclusion: Education, knowledge, family income, and duration of illness and drug side effects significantly affected incompliance with medication among lung TB patients and education was the most dominant factor. Keywords: lung tuberculosis, incompliance Berdasarkan data profil kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) jumlah kasus TB paru pada tahun 2004 sebanyak 1.158 penderita dengan kesembuhan 82,5% (target nasional 85%) dan tahun 2005 sebanyak 1.182 penderita TB paru dengan angka kesembuhan 80%. 4 Hasil survei menunjukkan risiko penularan setiap tahun (Annual Risk of Tuberculosis Infection = ARTI) atau angka prevalensi yaitu 115 per 100.000 penduduk di Kabupaten Dompu, maka diperkirakan kasus baru BTA positif per tahun adalah 253 kasus dari 219.640 penduduk. Pencapaian target program P2TB paru di Puskesmas Dompu Barat pada tahun 2005 yaitu angka Case Detection Rate (CDR) 51 penderita (73,1%) dari 50.682 penduduk, angka konversi 89,2% serta angka kesembuhan 60,0%. Hal ini masih di bawah target minimal atau target yang diharapkan. Adapun jumlah penderita TB yang lalai dan drop out di Kabupaten Dompu yaitu sebanyak 30 penderita (16,9%) dari 177 penderita dan di Puskesmas Dompu Barat sebanyak 21 penderita (38,2%) dari 55 penderita yang diobati. 5 Keberhasilan pengobatan penderita TB paru dipengaruhi beberapa faktor yang meliputi faktor PENDAHULUAN Penyakit Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat terutama di negara berkembang. Saat ini penyakit TB paru masih sebagai salah satu prioritas pemberantasan penyakit menular. Perhitungan World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa saat ini ditemukan 8 sampai 10 juta kasus baru diseluruh dunia dan dari jumlah kasus tersebut 3 juta mengalami kematian pertahunnya, ini disebabkan banyaknya penderita yang tidak berhasil disembuhkan, terutama pada penderita menular. 1 Jumlah penderita penyakit mycobacterium tuberkulosis (TB) di Indonesia kini menempati peringkat ketiga di dunia setelah Cina dan India. Setiap harinya 4.400 orang di dunia meninggal karena penyakit ini, sedangkan di Indonesia setiap tahunnya mencapai 140.000 jiwa. 2 Insiden TB paru di Indonesia berkisar 583 ribu kasus baru dan kematian sebanyak 140 ribu orang per tahun, dengan demikian secara kasar diperkirakan setiap 100 ribu penduduk indonesia tercatat 130 penderita TB paru positif. 3 brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Berita Kedokteran Masyarakat