Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni © 2021
Tradisi Badikia dalam Ritual Managakan Batu Mejan di Nagari
Ulakan Kabupaten Padang Pariaman
Ririn Yusliar Rahman
1
, Firdaus
2
, Asril
3
1, 2, 3
Program Studi Seni Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Pendahuluan
Masyarakat Minangkabau mempunyai pegangan hidup yang paling utama yaitu
berpegang kepada agama Islam. Sangat kuatnya pengaruh Islam bagi masyarakat
Minangkabau membuat hampir seluruh kegiatan dan ajaran-ajaran di Minangkabau
dilandaskan oleh ajaran agama Islam. Seperti falsafah adat Minangkabau, “Adat Basandi
Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan
Kitabullah). Dari falsafah tersebut mengisyaratkan sangat eratnya hubungan agama
Islam dan budaya sebagai pedoman masyarakat Minangkabau.
Dampak dari cara pandang hidup itu, banyak sekali kesenian di Minangkabau telah
dipengaruhi oleh nuansa Islam seperti gandang tambua, salawaik dulang, indang
Pariaman, dabuih dan lain sebagainya. Tentunya pada kesenian-kesenian tersebut
mengandung nilai-nilai yang diajarkan oleh agama Islam. Kesenian bernuansa Islam
dibentuk untuk menyebarkan ajaran agama Islam secara lebih luas lagi. Salah satu praktik
keagamaan yang dilakukan yaitu zikir. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Zikir
ABSTRAK
Artikel ini membahas tradisi Badikia dalam ritual Managakan
Batu Mejan yang dipraktikkan oleh jamaah tarekat
Syattariyah di Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman.
Tradisi Badikia dilaksanakan untuk memperingati 100 hari
kematian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
bentuk, struktur, serta fungsi dari penyajian Badikia dalam
ritual Managakan Batu Mejan. Menggunakan metode
kualitatif, data penelitian dikumpulkan dengan teknik
observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi,
untuk menghasilkan deskripsi bersifat analitik berdasarkan
teori dan kerangka konseptual tentang ritual. Formulasi hasil
penelitian menunjukkan bahwa Badikia dalam ritual
Managakan Batu Mejan merupakan sarana ritual agama bagi
pengikut tarekat Syattariyah, yang berfungsi untuk
melakukan ibadah sunah dengan cara membacakan kalimat
puji-pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW,
yang menimbulkan kepuasan bathin bagi pelakunya.
Riwayat Naskah
Submitted : 18 Nov 2021
Revised : 27 Mar 2022
Accepted : 01 Apr 2022
Korespondesi:
ririnyr20@gmail.com
Kata Kunci:
Badikia, ritual, Managakan Batu
Mejan, Tarekat Syattariyah; Ulakan