8 Anisakiasis Pada Ikan Laut Di Indonesia: Prevalensi, Sebaran Dan Potensi Patogenitasnya Pada Manusia Forman Erwin Siagian, 1* Esy Maryanti 2 ABSTRACT Nematode worm Anisakis sp is the causative agent of anisakiasis, a zoonosis which continues to be a health problem in humans, globally. Its clinical spectum varies from mild to very severe and always connected with sea fishes, one important source of nutrition for the community that cannot be ignored. In addition, consumer’s behavior and lifestyle in processing and consuming sea fishes also have has the potency as the predisposing factor for its transmission and clinical manifestations. This review article aimed to describes recent global data on anisakiasis and its occurrence in marine fishes of Indonesian waters and the risk of transmission in the community. Keywords: nematode, fillet, sushi, zoonosis, morphology, heating, cooling * Corresponding author : forman.siagian@uki.ac.id 1 Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Jakarta Indonesia, 2 KJFD Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia Anisakiasis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh cacing nematoda dari famili Anisakidae, terutama Anisakis sp. 1 Penyakit ini berpotensi fatal pada manusia karena menimbulkan berbagai spektrum penyakit mulai dari reaksi alergi akibat larva (intra- dan atau ekstra-intestinal) hingga gangguan mekanik saluran cerna. 2-4 Sumber infeksi utama pada manusia adalah karena mengkonsumsi ikan yang mengandung larva stadium III (L3) Anisakis sp dan dihidangkan mentah atau dimasak kurang matang. 3,4 Kombinasi dari (1) upaya mendorong pola konsumsi produk laut di masyarakat dan (2) gaya kuliner tertentu (seperti sushi atau sashimi ala masakan Jepang) mungkin meningkatkan kejadian infeksi di masyarakat. 5-7 Kedua hal tersebut mendorong individu yang memakan ikan laut jika terinfeksi larva L3 Anisakis sp dan tidak dimasak dengan baik seperti yang dimakan dalam keadaan setengah matang atau malah mentah kemudian dapat menyebabkan penyakit Anisakiasis. 3,7,8 Gaya hidup saat ini, terutama dalam konteks kuliner, mendorong model konsumsi yang berisiko seperti yang diungkapkan sebelumnya. 1,3,7 Perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi ikan juga terkait dengan kebijakan yang diambil pemerintah misalnya melalui upaya program peningkatan konsumsi ikan nasional. 6 Ikan yang banyak dilaporkan terinfeksi oleh larva cacing ini adalah ikan laut terutama ikan laut yang ditangkap di daerah dekat pantai atau pesisir. 6,9 Hal tersebut telah banyak dikonfirmasi untuk wilayah beriklim tropis seperti Indonesia atau Asia tenggara maupun subtropis bahkan hingga wilayah beriklim dingin seperti di Laut Arktik. 10 Rentang jangkauan dan dinamika sebaran parasit ini di dunia menunjukkan fenomena gunung es bagi konsumen dalam konteks prevalensi dan potensi patogenitas. 8 Makalah ini bertujuan untuk mengulas mengenai anisakiasis secara umum dan pada ikan laut di wilayah perairan Indonesia dengan penekanan pada prevalensi, rentang sebaran, kualitas produk ikan yang terinfeksi dan potensi patogenitasnya pada manusia sebagai konsumen. ANISAKIASIS: MASALAH GLOBAL DENGAN FENOMENA GUNUNG ES Anisakiasis atau “herringworm” adalah infeksi oleh cacing nematoda Anisakis sp complex. 7-9 Umumnya menginfeksi ikan laut dalam dengan karakteristik karnivora atau predator. 8,11 Ikan dan invertebrata akuatik seperti cumi-cumi merupakan bentuk hospes perantara cacing Anisakid. 7,8,11 Pada inang perantara tersebut, cacing ini berada pada tahap perkembangan larva stadium L3. 3,5,8 Anisakis