Jurnal Social Economic of Agriculture, Volume 3, Nomor 2, Desember 2014 20 ANALISIS KELAYAKAN FINANSIALUSAHA PERIKANAN TAMBAK POLIKULTUR BANDENG-UDANG WINDU EVA DOLOROSA 1 , MASYHURI 2 , LESTARI 2 , JAMHARI 2 1 Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura 2 Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada ABSTRACT The purpose of this researchwas to analyze the financial viability of milkfish-tiger shrimp polyculture in sylvofishery ponds in PemangkatSub District and non sylvofishery ponds in Jawai, and Jawai SelatanSub District, Sambas. The research method was survey with 133 fish farmers as respondents. Financial analysis with the criteria of NPV, IRR, B / C, and sensitivity analyis. The results of thisresearch showed polyculture of milkfish - tiger shrimp in Pemangkat, Jawai, andJawai SelatanSub District are financially feasible. Polyculture ponds in the Pemangkat sub district with the application of sylvofishery by 60:40 patterns (60% planted of mangroves and 40% ponds area) provides the highest NPV value of 40,492,764, net B / C of 1.9, and 39.5% IRR , with a return on investment for 3.6 years. Keywords: polyculture, milkfish-tiger shrimp, financial analysis, mangrove PENDAHULUAN Indonesia harus mampu melaksanakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam penggunaan sumberdaya alamnya. Walaupun suatu sumber daya alam tergolong dalam sifat yang terus menerus ada dan dapat diperbaharui oleh alam sendiri maupun dengan bantuan manusia, namun penggunaan sumberdaya alam ini seharusnya seefektif mungkin untuk menjamin manfaatnya secara jangka panjang. Salah satu pemanfaatan sumberdaya alam untuk aktivitas perekonomian adalah usaha budidaya perikanan tambak. Sebagian besar usaha budidaya perikanan tambak di Kabupaten Sambas dengan komoditas utama ikan bandeng dan udang windu dilakukan di daerah pesisir Adanya kebutuhan tinggi akan pemukiman dan peningkatan kegiatan ekonomi seperti permintaan yang tinggi terhadap komoditas perikanan tambak, terjadilah alih fungsi atau konversi daerah pesisir menjadi tambak. Pada waktu relatif singkat, terjadi perubahan lingkungan pesisir dari wilayah mangrove menjadi areal tambak. Sesungguhnya mangrove memiliki berbagai macam manfaat ekonomis dan manfaat ekologis. Secara ekonomis mangrove berperan menyediakan berbagai macam kebutuhan manusia seperti penyedia kayu bakar, bahan bangunan, peralatan rumah tangga serta manfaat non fisik seperti olah raga, rekreasi dan lainnya. Hutan mangrove memiliki manfaat ekologis sebagai perlindungan bagi lingkungan ekosistem daratan dan lautan; berfungsi sebagai daerah pemijahan (spawning grounds) dan daerah pembesaran (nursery grounds) berbagai jenis ikan udang, kerang-kerangan dan spesies lainnya. Selain itu, serasah mangrove (berupa daun, ranting dan biomassa lainnya) yang jatuh di perairan menjadi sumber pakan biota perairan dan unsur hara yang sangat menentukan produktivitas perikanan. Hutan mangrove juga merupakan habitat