Jurnal Geosaintek, Vol. 7 No. 2 Tahun 2021. 47-54. p-ISSN: 2460-9072, e-ISSN: 2502-3659 Artikel diterima 21 Desember 2018, Revisi 11 Maret 2021, Online 31 Agustus 2021 http://dx.doi.org/10.12962/j25023659.v7i2.8226 47 ESTIMASI DEFORMASI INTERSEISMIC DI DAERAH PANTAI BENGKULU BAGIAN SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SURVEY GPS GEODETIK Ashar Muda Lubis * , Mia Wahyu, Rio Sahputra, Rida Samdara Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu *Penulis Korespondensi : asharml@unib.ac.id Abstrak. Telah dilakukan pengamatan deformasi pada kawasan pesisir pantai dalam siklus interseismic dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) pada lima titik pemantauan di wilayah Bengkulu bagian selatan. Pengamatan GPS dilakukan dalam kurun waktu 2019-2020 kecuali untuk stasiun DEYU pada kurun waktu 2014-2016. Pengolatan data GPS dilakukan dengan menggunakan software GAMIT/GLOBK. Hasil pengolahan berupa posisi harian GPS time series dalam komponen utara dan timur yang kemudian dilakukan linear fit untuk mendapatkan vektor pergeseran. Kecepatan pergerakan pada stasiun GPS berada 22,23-27,67 mm/tahun dengan error pengukuran < 2,5 mm/tahun. Dari hasil penelitian ini menunjukkan adanya aktivitas deformasi interseismic di wilayah pesisir Bengkulu bagian selatan dengan arah vektor pergeseran hasil pengamatan menuju ke arah timur laut. Vektor pergerakan interseismic yang teramati masih perlu dikoreksi terhadap rotasi Blok Sunda, sehingga vektor pergerakan interseismic yang diperoleh hanya berasal dari pergerakan zona subduksi Sumatera dan sesar Sumatra yang berguna sebagai input pada pemodelan potensi kegempaan di Sumatra khususnya di daerah Bengkulu. Kata Kunci: Bengkulu bagian selatan; GPS; vektor; deformasi; interseismik Abstract. Deformation observations have been conducted in the coastal area during the interseismic cycle phases using the Global Positioning System (GPS) at 5 monitoring points in the southern part of Bengkulu. GPS observations were carried out in the period 2019-2020 except for DEYU stations in the period 2014- 2016. GAMIT / GLOBK software was utilized process the GPS data. The obtained results are time series daily GPS positions in the north and east components. To obtain vector deformations a linear fit model was carried out. The velocity deformations at GPS stations are 22.23-27.67 mm/year with a measurement error of < 2.5 mm/year. The results indicate the existence of interseismic deformation activity in the southern coastal area of Bengkulu with the vector shifting of the observations towards the northeast. The observed interseismic movements still need to be corrected for the rotation of the Sunda Block, so that the interseismic deformation only comes from Sumatra subduction zone and Sumatra fault which is useful as input for modeling potential seismicity in Sumatra, especially in the Bengkulu area. Keywords: Southern Bengkulu; GPS; vector; deformation; interseismic PENDAHULUAN Aktivitas tektonik di Sumatra ditandai dengan tumbukan lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia dengan kecepatan 50-70 mm/tahun (Bock dkk., 2003). Perbedaan densitas pada lempeng Indo- Australia dengan lempeng Eurasia, maka Indo- Australia menujam di bawah lempeng Eurasia. Batas antara lempeng yang menunjam ini disebut sebagai bidang kotak dari zona penunjaman atau zona subduksi Sumatra (Bock dkk., 2003). Sebab terdapatnya dorongan menerus dari lempeng Indo-Australia menimbulkan terbentuknya penumpukan tenaga di dasar lempeng Eurasia pada pertemuan dengan lempeng Indo-Australia, sehingga lama-lama terjadi gempa bumi. Contoh gempa besar yang terjadi di daerah Bengkulu terjadi pada 12 September 2007 (Mw 8,4) dengan episenter di daerah perairan Bengkulu (Lubis dkk., 2013) dan gempa bumi 4 Juni 2000 (Mw 7,9) yang juga di perairan Bengkulu (Ammani dkk., 2010). Pada saat terjadi gempa bumi, maka terjadi deformasi elastik. Peristiwa ini disebut sebagai fase co-seismic dalam siklus gempa bumi. Dalam satu siklus gempa bumi ada beberapa tahapan proses deformasi, yaitu tahapan interseismic, co-seismic, dan post-seismic (Sarsito dkk., 2005). Tahapan interseismic merupakan tahap awal dari suatu siklus gempa bumi dan sangat penting untuk diteliti untuk pemahaman potensi kegempaan dan untuk melihat fenomena perubahan muka tanah