E-ISSN : 2579-9258 Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika P-ISSN: 2614-3038 Volume 07, No. 1, December 2022 -March 2023, pp. 455-466 455 Meningkatkan Self-Efficacy Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Fandy Puspita Negara 1 , Zainal Abidin 2 , Surya Sari Faradiba 3 1, 2, 3 Universitas Islam Malang, Jl. Mayjen Haryono No.193, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144 suryasarifaradiba@unisma.ac.id Abstract Learning mathematics, affective factors are very important for students, one of these factors is self-efficacy. Students are required to have high mathematical self-efficacy. With this is expected to support the success of learning mathematics. There are facts that show low self-efficacy in learning mathematics, thus encouraging researchers to increase self-efficacy by improving the process of learning mathematics. The concrete effort that can be applied is to implement the PBL (PBL) approach. This research is classified as Classroom Action Research (CAR) by applying the Problem-Based Learning (PBL) approach to increase students' level of mathematics self-efficacy. In its implementation, Classroom Action Research (CAR) was conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection. In this study, it was found that the Problem-Based Learning (PBL) approach can increase students' self-efficacy in mathematics. At the end of the first cycle, students' mathematical self-efficacy was still in the middle category (medium) and at the end of the second cycle showed an increase in students' mathematical self-efficacy in the high category. Keywords: Classroom Action Research, Mathematics, Self-Efficacy, PBL Abstrak Pembelajaran matematika dipengaruhi faktor afektif yang sangat penting bagi siswa, salah satu faktor tersebut adalah self-efficacy. Siswa dituntut untuk memiliki self-efficacy matematika yang tinggi. Dengan ini diharapkan mampu mendukung keberhasilan pembelajaran matematika. Adanya fakta-fakta yang menunjukkan rendahnya self-efficacy dalam pembelajaran matematika, sehingga mendorong peneliti untuk meningkatkan self-efficacy dengan melakukan peningkatan proses dalam pembelajaran matematika. Upaya konkrit yang bisa diterapkan adalah dengan mengimplementasikan pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Penelitian yang dilakukan tergolong Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk meningkatkan tingkat self-efficacy matematika yang dimiliki siswa. Dalam pelaksanaannya, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus. Pada setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dapat meningkatkan self-efficacy matematika siswa. Pada akhir siklus pertama, self-efficacy matematika siswa ternyata masih dalam kategori menengah (sedang) dan pada akhir siklus kedua menunjukkan peningkatan self-efficacy matematika siswa pada kategori tinggi. Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Matematika, Self-Efficacy, Pembelajaran Berbasis Masalah Copyright (c) 2023 Fandy Puspita Negara, Zainal Abidin, Surya Sari Faradiba Corresponding author: Surya Sari Faradiba Email Address: suryasarifaradiba@unisma.ac.id (Jl. Mayjen Haryono, Lowokwaru, Malang, Jawa Timur) Received 26 November 2022, Accepted 05 January 2023, Published 06 January 2023 DoI: https://doi.org/10.31004/cendekia.v7i1.1943 PENDAHULUAN Prestasi belajar siswa ditentukan oleh banyak faktor, antara lain faktor afektif, kognitif dan psikomotor (Faradiba et al., 2019). Faktor afektif yang seringkali diabaikan dalam proses pembelajaran adalah self-efficacy. Self-efficacy adalah penilaian seseorang terhadap kemampuannya untuk merencanakan dan menerapkan tindakan untuk mencapai tujuan tertentu (Mukhid, 2019). Aktifitas pembelajaran akan berhasil dengan baik, jika peserta didik mampu belajar dengan baik pula (Herman, 2007). Dalam konteks akademis, self-efficacy mencerminkan seberapa percaya diri siswa dalam melakukan tugas-tugas tertentu (Perez & Ye, 2013). Pembelajaran matematika perlu dilaksanakan dengan tepat, sehingga mampu menghasilkan peserta didik dengan kemampuan