Jurnal Pengabdian Kampus ISSN 2252-8628(p); 2776-091X(e) Vol 10. No.1, 42-47, Juli 2023 42 Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Siswa SMP Negeri 4 Palangka Raya Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya Abi Bakring Balyas*, Donna Novina Kahanjak, Farah Fauziyah Radhiyatulqalbi Ahmad, Nisa Kartika Komara Departemen Fisiologi, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya *Email: abibakringb@med.upr.ac.id Abstrak Masa remaja merupakan salah satu tahap antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Remaja pada umumnya menghadapi permasalahan yang sama untuk memahami tentang seksualitas, yaitu minimnya pengetahuan tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi yang disebabkan oleh terbatasnya akses informasi, advokasi remaja, tidak adanya akses pelayanan yang ramah terhadap remaja, dan masih terbatasnya institusi di pemerintah yang menangani remaja secara khusus. Beberapa masalah yang sering timbul pada remaja terkait dengan masa awal kematangan organ reproduksi, diantaranya, perilaku seks bebas ( free sex), masalah kehamilan diluar penikahan, dan terjangkitnya penyakit menular seksual termasuk HIV atau AIDS, serta adanya kekerasan seksual yang dapat dilakukan dari lingkungan sekitar. Kejahatan kesusilaan tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi melalui proses pelecehan yang pada mulanya dianggap biasa kemudian bermuara pada kejahatan. Hal tersebut dapat terjadi karena masih rendahnya tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Berdasarkan hal tersebut pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya dengan sasaran para siswi di SMP Negeri 4 Palangka Raya, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi pada remaja. Peningkatan pengetahuan tersebut dilakukan dengan cara penyuluhan, tanya jawab, serta dilakukan pre test dan post test. Kata kunci: kesehatan reproduksi, pengetahuan, siswi Pendahuluan Masa remaja merupakan salah satu tahap peralihan masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa remaja menunjukkan masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan yang dimulai dari usia 14 tahun pada pria dan usia 12 tahun pada wanita. Transisi ke masa dewasa bervariasi dari satu budaya ke budaya lain, namun secara umum diidentifikasi sebagai waktu individu mulai tidak dalam pengawasan orang tua (Umami, 2019). Remaja pada umumnya menghadapi permasalahan yang sama dalam memahami seksualitas, yaitu minimnya pengetahuan tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi yang disebabkan oleh terbatasnya akses informasi, advokasi remaja, tidak adanya akses pelayanan yang ramah terhadap remaja, dan masih terbatasnya institusi di pemerintah yang menangani remaja secara khusus. Permasalahan lainnya adalah belum adanya Undang-Undang (UU) yang mengakomodir hak-hak remaja dan belum adanya kurikulum mengenai kesehatan reproduksi pada remaja di sekolah, sehingga terjadi kendala pada remaja untuk memahami tentang seksualitas. Salah satu masalah yang sering timbul pada remaja terkait dengan masa awal kematangan organ reproduksi adalah perilaku seks bebas (free sex), masalah kehamilan diluar pernikahan, dan terjangkitnya penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS, serta adanya kekerasan seksual yang dapat dilakukan dari lingkungan sekitar (Afritayeni et al., 2018). Kejahatan kesusilaan (moral offences) dan pelecehan seksual (sexual harassment) merupakan dua bentuk pelanggaran atas kesusilaan yang bukan saja merupakan masalah hukum nasional suatu negara melainkan sudah merupakan masalah global.