Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi Volume 5 No.2, Desember 2019 319 PENGARUH MODEL PEROLEHAN KONSEP DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA SISWA SMA Atikatun Hulwani*, Susilawati, Kosim Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Mataram *Email: atika.hulwani@gmail.com DOI: http://dx.doi.org/10.29303/jpft.v5i2.1377 Abstract This study aims to analyze the effect of the concept attainment model with the demonstration method on the mastery of student physical concepts. This type of research is a quasi-experimental with pre-test and post-test control group design. The population in this study were all students of class XI MIPA in one of the state high schools in West Lombok. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique, so that the sample used in the study was class XI MIPA 3 as an experimental class and class XI MIPA 6 as a control class. The instrument used in this study was in the form of multiple choice questions totaling 21 items. The pre-test results show that the average value of the experimental class is 37,3 and the control class is 35,9. Data analysis techniques using t-test with pre-test and post-test, so that the results of the hypothesis test conducted at the final test obtained t- count of 2,250 and t-table of 2,012. Because t-count is greater than t-table, it can be concluded that H0 is rejected, it means that the concept attainment model with the demonstration method affects the mastery of the physics concepts of high school students. Keywords: Concept attainment; demonstration method; concept mastery; physics PENDAHULUAN Kurikulum yang diterapkan dalam dunia pendidikan formal (sekolah) saat ini adalah kurikulum 2013 (K13). Adapun tema pengembangan K13 yaitu dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, efektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegritas. Pada kurikulum ini, siswa dituntut untuk lebih aktif dalam belajar sementara peran guru adalah membimbing siswa tanpa harus mendominasi kelas seutuhnya (Kemdikbud, 2013). Hal lain yang menjadi alasan dikembangkannya K13 saat ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang sering terjadi pada proses pembelajaran termasuk pada mata pelajaran fisika. Fisika merupakan bagian dari mata pelajaran ilmu pengetahuan alam, yaitu ilmu hasil dari kegiatan manusia yang berupa pengetahuan, gagasan dan konsep yang tersusun dari kejadian alam sekitar yang diproleh berdasarkan pengalaman melalui proses ilmiah (Sugiono, 2002). Berdasarkan hasil pengamatan pada suatu proses pembelajaran fisika di salah satu SMA Negeri yang ada di Lombok Barat, tampak bahwa motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran perlu mendapatkan perhatian. Hal ini terlihat dari antusiasme, kesadaran dan kemauan siswa untuk bertanya sebagai upaya dalam memahami materi masih sangat rendah. Perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran kurang terkonsentrasi dimana siswa kurang berani mengutarakan idenya saat guru mengajukan pertanyaan. Permasalahan dalam proses pembelajaran dapat menyebabkan timbulnya masalah baru dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah kemampuan siswa dalam memahami pelajaran menjadi rendah sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menguasai konsep-konsep yang terkandung dalam fisika. Sebagaimana diketahui, hasil belajar fisika dapat diukur dari penguasaan konsep fisika siswa seperti yang diungkapkan oleh Arianti et al. (2016) dalam penelitiannya bahwa penguasaan konsep fisika merupakan