JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No.2, (2015) 2337-3520 (2301-928X Print) D-100 AbstrakSalah satu kawasan di Kota Malang yang berpotensi untuk menjadi kawasan wisata budaya adalah kawasan Jalan Besar Ijen. Potensi kawasan ini masih belum dimanfaatkan dan dikembangkan secara maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengembangkan dan memanfaatkan potensi tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi daya tarik wisata budaya yang mempunyai nilai potensi paling tinggi untuk dikembangkan sehingga bisa melakukan delineasi kawasan wisata budaya berdasar daya tarik dan dengan itu bisa merumuskan kriteria pengembangan kawasan wisata budaya berdasarkan zona pengembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kriteria pengembangan kawasan wisata budaya disana. Sedangkan kriteria untuk mengembangkan kawasan terdiri dari kriteria fisik dan non fisik, dimana kriteria tersebut berkaitan dengan daya tarik fisik bangunan, daya tarik non fisik kegiatan seperti ketersediaan bangunan bersejarah, adat istiadat, pagelaran dan festival, daya tarik indoor, daya tarik outdoor, dan kondisi situs. Selain itu juga berkaitan dengan fasilitas pendukung sebagai zona pendukung langsung kawasan wisata budaya dan kawasan sekitarnya serta kebijakan yang ada sebagai pendukung tidak langsung. Kata Kuncikriteria pengembangan kawasan, potensi kawasan, wisata budaya, zona I. PENDAHULUAN alan Besar Ijen memiliki keunikan dari sisi travel experience dimana pada kawasan ini terdapat bangunan cagar budaya yang berupa bangunan rumah, museum, dan gereja. Penetapan bangunan cagar budaya di sepanjang Jalan Besar Ijen sesuai dengan Perda nomor 4 tahun 2011 tentang RTRW Kota Malang, pasal 44. Hal ini ditambah dengan adanya rancangan peraturan daerah (Ranperda) mengenai bangunan cagar budaya pasal 36 yang menyebutkan terdapat 14 bangunan rumah, satu bangunan museum, dan satu bangunan gereja yang harus dilindungi [1] [2]. Potensi lainnya dari sisi travel experience dalam bentuk objek wisata adalah keberadaan museum Brawijaya yang termasuk sebagai tempat wisata sejarah dengan kategori obyek wisata budaya sejarah pada RTRW Kota Malang tahun 2010- 2030. Serta terdapat event “Malang Tempo Doeloe” yang bertepatan dengan ulang tahun kota Malang, event ini dimulai dari tahun 2006 yang mengangkat nilai sejarah kawasan dengan jumlah pengunjung yang mencapai 600 ribu dalam setiap harinya [3]. Menurut Kota Malang Dalam Angka, wisatawan ke Kota Malang yang dibagi menjadi wisatawan asing dan domestik. Tahun 2010 terdapat 21,102 wisatawan asing dan 181,012 wisatawan domestik dengan total 202,114 wisatawan. Pada tahun 2011 mengalami penurunan wisatawan asing sebesar 20,916 dengan penurunan prosentase sekitar 0.5%, disamping itu terdapat peningkatan pada wisatawan domestik sekitar 10% sebanyak 191,098 wisatawan. Pada tahun 2012 jumlah kunjungan cenderung stabil dengan jumlah kunjungan wisatawan asing yang kembali menurun sebanyak 19,501 dan wisatawan domestik yang meningkat sebanyak 192,578. Namun, penurunan drastis terdapat pada jumlah kunjungan tahun 2013 dengan jumlah kunjungan wisatawan asing sebanyak 13,340 yang mengalami penurunan sekitar 32% dari tahun sebelumnya dan wisatawan domestik 123,818 yang mengalami penurunan sekitar 35% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 terjadi kenaikan jumlah kunjungan wisatawan asing sekitar 15% dengan jumlah wisatawan 15,297 dan kenaikan wisatawan domestik sebesar 28% dengan jumlah kunjungan 158,343. Adapun peningkatan rata rata jumlah pengunjung dalam satu tahun yang signifikan hanya terjadi pada bulan Mei, Juni, dan Juli [4]. Dari data tersebut membuktikan bahwa terdapat grafik penurunan jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang dilihat dari tingkat kunjungan domestik dan mancanegara. Dalam hal ini fakta lapangan membuktikan bahwa rata rata para wisatawan yang datang hanya untuk transit dan untuk melanjutkan berwisata ke kota Batu. Selain itu, peraturan yang sudah menetapkan kawasan Jalan Besar Ijen sebagai kawasan wisata budaya belum berjalan dengan maksimal, dibuktikan dengan belum adanya tindakan dan perhatian pemerintah didalamnya, semakin membuktikan bahwa kurangnya pemanfaatan kawasan di Jalan Besar Ijen kota Malang. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengunakan pendekatan rasionalisme yang berpikir dengan cara konseptual dan berpikir tentang empiric di lapangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Variabel penelitian berdasarkan Kriteria Pengembangan Kawasan Wisata Budaya Jalan Besar Ijen Kota Malang Achmad Pahrevi Mahardhika Sasono dan Ema Umilia Jurusan Perencanaan Wilayah Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: ema_umilia@urplan.its.ac.id J