Prosiding Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi XV Tahun 2020 (ReTII) Oktober 2020, pp. 115~121 ISSN: 1907-5995 115 Prosiding homepage: https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/ Sifat Sintered Body Keramik Alumina pada Ukuran Partikel yang Direduksi Fandy Prastowo 1 , Andre Giovanny 1 , M Andri 1 , Nofriady Handra 1 , Sri Elfina 2 , Ade Indra 1 * 1 Jurusan Teknik Mesin, Institut Teknologi Padang 2 Jurusan Analis Kimia, Politeknik ATI Padang *Korespondensi : adeindra@itp.ac.id ABSTRAK Sintered body alumina (Al2O3) berbentuk pellets telah dibuat dengan menvariasikan ukuran partikel. Ukuran partikel awal di-sieving pada mesh 200-270 (53-74 μm). Ukuran partikel lainnya dihaluskan dengan menggunakan centrifugal hammer mill. Hasilnya di-sieving dan diperoleh ukuran partikel yang tertahan pada mesh 270 (>54 μm), tertahan mesh 400 (37-53 μm), dan lolos mesh 400 (<37 μm). Masing-masing variasi ukuran partikel alumina ditambahkan cairan polyvinyl alcohol (PVA) sebagai binder. Proses pencampuran alumina dengan PVA (ditambahkan alkohol sebagai pengencer), dilakukan pada rotary drum dengan ceramic ball didalamnya selama 2 jam. Campuran dikeringkan pada temperatur ruang selama 48 jam untuk menghilangkan alkohol. Gumpalan campuran dihaluskan kembali menggunakan rotary drum selama 2 jam dengan ceramic ball didalamnya. Green body dibuat dengan metode uniaxial pressing pada tekanan 100 MPa. Proses sintering dilakukan dengan pemanasan awal pada temperatur 700 o C dengan holding time 1 jam bertujuan untuk menghilangkan PVA, dan kemudian temperatur dinaikkan sampai 1200 o C dengan holding time 2 jam. Selama sintering heating rate dipertahankan 5 o C/menit. Karakteristik fisik sintered body alumina ditentukan dengan pengujian penyusutan linier, densitas, dan karakterisasi struktur mikro. Densitas meningkat seiring pengecilan ukuran partikel yaitu dari 2,096 gr/cm 3 menjadi 2,140 gr/cm 3 dengan peningkatan relative density 2%. Hasil menunjukkan adanya perubahan sifat fisik seiring dengan pengecilan ukuran partikel alumina. Kata kunci: ukuran partikel, pressureless sintering, sifat fisik, sieving mesh ABSTRACT Alumina sintered bodies (Al2O3), in the form of pellets, have been made by varying the size of particles. The initial particles were sieved on a 200-270 mesh (53-74 μm). The other sizes were refined using a centrifugal hammer mill and then sieved to obtain particles retained on the 270 mesh (> 54 μm) and the 400 mesh (37- 53 μm), and those passed the 400 mesh (<37 μm). Polyvinyl alcohol (PVA) liquid as a binder was added into each of these size variations. The process of mixing alumina with PVA (alcohol as a diluent) was carried out for 2 h in a rotary drum with a ceramic ball in it. The mixture was dried at room temperature for 48 h to remove the alcohol. The mixture was smoothed again using a rotary drum for 2 h with a ceramic ball in it. Green bodies were made by uniaxial pressing method at a pressure of 100 MPa. The sintering process was carried out by preheating at a temperature of 700 o C with a holding time of 1 h to eliminate PVA, and then the temperature was increased to 1200 o C with a holding time of 2 h. During the sintering, the heating rate was maintained at 5 o C/minute. The physical characteristics of the alumina sintered bodies were determined by testing the linear shrinkage, density, and microstructure characterization. Density increased with decreasing particle size, from 2.096 gr/cm 3 to 2.140 gr/cm 3 with an increase in relative density of 2%. The results showed a change in physical properties along with the reduction in the size of the alumina particles. Keyword: particle size, pressureless sintering, physical properties, sieving mesh 1. PENDAHULUAN Keramik merupakan material non organik dan non logam yang tersusun oleh ikatan-ikatan ion dan kovalen [1]–[3]. Keramik yang yang juga diartikan sebuah produk yang dibakar dan atau dipanaskan pada temperatur tinggi untuk memperoleh sifat-sifat yang diinginkan. Alumina dengan rumus kimia Al2O3 merupakan material keramik yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi dengan banyak keunggulan. Diantara sifat alumina yang dimanfaatkan adalah compressive strength yang tinggi, kekerasan yang tinggi, tahan pada temperatur tinggi, isolasi elektrik yang baik, dan tahanan abrasi. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, permintaan alumina dengan kemurnian tinggi berkembang pesat diberbagai sektor seperti industry otomotif, komputer, semikonduktor, dan sektor-sektor lain [4]. Dari uraian tersebut di atas, sifat-sifat alumina masih dimungkinkan untuk ditingkatkan, sehingga berpotensi untuk pemakaian pada aplikasi dengan beban compressive yang tinggi.