https://abdi.ppj.unp.ac.id/index.php/abdi
Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Volume 4 Nomor 2 2022, pp 352-357
ISSN: 2684-8570 (Online) – 2656-369X (Print)
DOI: https://doi.org/10.24036/abdi.v4i2.290
Received: February 16, 2022; Revised: November 3, 2022; Accepted: November 9, 2022
352
Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Online untuk Guru-
Guru di SMA 2 Bogor
Rhini Fatmasari
1*
, Kadarisman Kadarisman
2
, Untung Laksana Budi
3
, Ade Mardiana
4
1,2,3,4
Universitas Terbuka
*Corresponding author, e-mail: riens@ecampus.ut.ac.id.
Abstract
The current paradigm shift in learning has resulted in demands for increased teacher competence,
especially in the field of information technology. The Covid pandemic has caused a change from
face-to-face learning to online learning. Learning Management System (LMS) is a platform to
support online learning. The Open University Lecturer Community Service Program is the
development of the Learning Management System (LMS) of SMAN 2 Bogor and online learning
training with 85 teachers participating. The first stage of the LMS SMAN 2 Bogor platform that has
been developed includes features a) attendance list; (b) learning modules; (c) value; (d) assignment
assessment, and (e) feedback. LMS SMAN 2 Bogor will then be developed again in the community
service program the following year.
Keywords: Learning Management System; Online learning; SMAN 2 Bogor.
How to Cite: Fatmasari, R., et al. (2022). Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Online untuk
Guru-Guru di SMA 2 Bogor. Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat , 4(2), 352-357.
This is an open access article distributed under the Creative Commons Share-Alike 4.0 International License. If you remix, transform, or build
upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. ©2022 by author.
Pendahuluan
Pandemi Covid 19 menyebabkan perubahan besar pada proses pembelajaran pada setiap tingkat
pendidikan. Pembatasan kegiatan tatap muka dan berkumpul menyebabkan proses pembelajaran secara
tatap muka tidak dapat dilaksanakan. Kodisi ini meyebabkan perubahan paradigma pembelajaran baik pada
guru maupun siswa. Pembelajaran yang biasanya dilakukan secara langsung saat ini harus dilakukan melalui
beragam media berbasis internet (pembelajaran Daring). Penyebaran COVID-19 memberikan dampak besar
terhadap pendidikan di Indonesia. Kondisi seperti ini membuat hampir seluruh perguruan tinggi
menerapkan kebijakan kuliah daring atau online. Proses perkuliahan yang semula bersifat tatap muka di
kelas harus beralih menjadi perkuliahan daring yang dapat dilakukan secara tidak terbatas oleh tempat dan
waktu. Kebijakan kuliah daring ini sebenarnya memang sudah cukup terbiasa dilakukan di tingkat perguruan
tinggi di Indonesia. Namun, yang membuat berbeda adalah sebelum pandemi. Sistem kuliah seperti itu
belum diberi perhatian khusus di dalam sistem pendidikan saat ini. Akan tetapi, di tengah pandemi saat ini
perkuliahan daring telah serius dijalankan bahkan diberi perhatian penuh.
Mengacu pada Surat Edaran Kemendikbud Nomor 40 Tahun 2020 tentang “Pelaksanaan Kebijakan
Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19)”, Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nadiem Makarim, mengambil sejumlah kebijakan untuk menghadapi pandemi. Kebijakan
tersebut di antaranya adalah penghapusan Ujian Nasional; perubahan sistem Ujian Sekolah; perubahan
regulasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB); dan penetapan belajar dari rumah (pembelajaran daring).
Kebijakan ini diikuti dengan Surat Edaran Wakil Walikota Bogor Perpanjangan Masa Belajar di Rumah
Bagi Peserta Didik Paud/TK/RA/SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA dan Lembaga Pendidikan Non Formal.
Hal ini berdampak pada perubahan pola pembelajaran yang semula menggunakan mode pembelajaran tatap
muka menjadi pembelajaran Daring.
Perubahan pola pembelajaran ini, menyebabkan banyak sekali guru yang belum siap dengan
perangkat pembelajaran serta media pembelajaran Daring sehingga tingkat pemahaman siswa belum dapat
diukur dengan sempurna. Penelitian yang dilakukan oleh Nindia Taradisa, Nida Jarmita, Emalfida (2020)
menujukkan bahwa bahwa kendala yang dialami guru selama pembelajaran Daring yaitu kurangnya
pemahaman siswa ketika melakukan proses belajar Daring. Hal ini dikarenakan siswa kurang paham dengan