BIOFARM Jurnal Ilmiah Pertanian ISSN Print: 0216-5430; ISSN Online: 2301-6442 Vol. 18, No. 1, April 2022 Pengaruh Parameter Iklim terhadap Produktivitas Jeruk Siam di Kabupaten Sambas The Effect Of Climate Parameters On Productivity Of Siam Orange In Sambas District Kiki Kristiandi 1* , Nurul Fatimah Yunita 2 , Rini Fertiasari 1 , Oktavia Nurmawaty Sigiro 1 , Wilis Widi Wilujeng 3 1 Program Studi Agroindustri Pangan, Jurusan Agribisnis, Politeknik Negeri Sambas 2 Program Studi Perikanan dan Kelautan, Jurusan Agribisnis, Politeknik Negeri Sambas 3 Program Studi Agrobisnis, Jurusan Agribisnis, Politeknik Negeri Sambas *Korespondensi Penulis: kikikristiandi2020@gmail.com ABSTRAK Iklim menjadi bagian terpenting dalam menentukan hasil pertanian. Perubahan iklim sering kali memberikan dampak negatif terhadap hasil pertanian karena perubahan-perubahan tersebut cenderung sulit untuk diprediksi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh iklim terhadap produktivitas jeruk siam di Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan kualitatif deskriptif. Dan yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah mencakup pohon yang menghasilkan buah jeruk siam, produksi jeruk siam dalam bentuk kuintal dan produktivitas (kg/pohon). Rekapan data untuk iklim diambil dari tahun 2011-2020 dengan waktu iklim yang digunakan adalah selama 12 bulan atau pertahun. Parameter diperoleh dari link online BMKG. Data iklim yang digunakan dalam penelitian ini adalah Temperatur rata- rata (°C), Lamanya penyinaran matahari (jam), Curah hujan (mm), dan Kecepatan angin rata-rata (m/s). Hasil penelitian menunjukan Tavg ( 0 C) di Kabupaten Sambas cenderung berkisar pada 26,74 - 27,23 0 C. Curah hujan terendah dicatat pada tahun 2011 yaitu sebesar 9,07 mm tahun. Sedangkan untuk curah hujan tertinggi yang dimiliki Kabupaten Sambas terdapat pada tahun 2020 dengan kisaran curah hujan adalah 243, 81 mm, sehingga dengan curah hujan yang terjadi menyebabkan beberapa kerusakan dan penurunan produktivitas tanaman jeruk siam serta lama penyinaran matahari pada tahun 2011(3, 82 jam), 2012 (4,13 jam) dan 2020 (4,64 jam) dan untuk kecepatan angin terendah terjadi tahun 2017 yaitu berkisar 0,86 m/s. Dengan demikian yang memiliki pengaruh terhadap produktivitas tanaman jeruk siam yaitu curah hujan dan lama penyinaran yang terjadi pada tahun 2011 dan 2020. Kata Kunci: Iklim, Jeruk Siam, Produktivitas, Jeruk Siam ABSTRACT Climate is the most important part in determining agricultural yields. Climate change often has a negative impact on agricultural output because these changes tend to be difficult to predict. The purpose of this study was to identify the influence of climate on the productivity of Siamese oranges in Sambas Regency. The method used in this research is descriptive qualitative. And the variables in this study include trees that produce Siamese citrus fruit, Siamese citrus production in quintal form and productivity (kg/tree). Data recap for climate is taken from 2011-2020 with the climate time used is 12 months or per year. Parameters obtained from the BMKG online link. The climate data used in this study were the average temperature (°C), the duration of the sun's rays (hours), the rainfall (mm), and the average wind speed (m/s). The results showed that Tavg (0C) in Sambas Regency tended to range from 26.74 to 27.23 0C. The lowest rainfall was recorded in 2011 at 9.07 mm per year. Meanwhile, the highest rainfall in Sambas Regency was in 2020 with a rainfall range of 243.81 mm, so that the rainfall that occurred caused some damage and decreased productivity of Siamese citrus plants and the length of sunshine in 2011 (3, 82 hours). ), 2012 (4.13 hours) and 2020 (4.64 hours) and the lowest wind speed occurred in 2017 which was around 0.86 m/s. Thus, those that have an influence on the productivity of the Siamese citrus plant are rainfall and the length of irradiation that occurred in 2011 and 2020. Keywords: Climate; Productivity; Siam Orange