Jurnal Perikanan dan Kelautan 16,1 (2011) : 79-89 ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN YANG BERBEDA PEMASARANNYA Dewi Murni Tampubolon 1) , Muchtar Ahmad 1) dan Nurmatias 1) 1) Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara Diterima : 24 Agustus 2011 Disetujui : 30 September 2011 ABSTRACT Financial analysis of the artisanal fishery by fish catch marketing differences done in Bagan Serdang village, North Sumatra, using survey methods in data collecting. Fishermen, whose fish-catch market in the government manage fish landing place and in the private fish landing place were interviewed. Financial analysis result shows that yearly income of fishing that market their catch at the government fish landing place earn Rp6,045,000 in average, while at the private one earn only Rp2,600,000 (t-observe = 3.10 > t-tabel 0,01 = 2.42), thus very significance in income difference due to its distinction market pattern. All fishing show efficient, as BCR > 1 and PPC less than 1.5 years. Eventhough, most of the fishers prefer to market their fish-catch at private landing place, mainly because of reciprocity, better service and governance in the private landing place, beside ‘patron-client’ relationship, in spite of its exploitative in their traditional relationship but tight attachment and dependency of fishermen to the individual owner of private landing place. Keywords : Efficient, fish-landing place, governance, income, patron-client, reciprocity PENDAHULUAN Berbagai upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk meningkatkan kehidupan nelayan perikanan tangkap. Pemerintah telah melakukan pembagian alat produksi (alat penangkapan ikan dan mesin kapal), pembangunan tempat pendaratan ikan (TPI), kredit peminjaman bergulir dan penyluhan teknologi perikanan lebih dari 50 tahun sejak tahun 1960-an. Kajian dan gagasan tentang pembangunan daerah pesisir telah banyak pula dilakukan. Di Sumatera Utara, Darus dan Ginting (1997) telah memulai mengembangkan gagasan pembangunan desa pantai sejak tahun 1974. Kajian tentang kemiskinan dan mekanisasi kapal perikanan telah dilakukan oleh Tarigan (1993), sedangkan dari segi keuangan telah dikaji oleh Elfindri dan Alfian (2001), dan tentang pemetaan perikanan tangkap termasuk sumber dan sosial-ekonomi nelayannya telah dilakukan oleh Nurmatias dan Ahmad (2007). Akan tetapi masih amat sedikit kajian tentang