PENGARUH BAURAN PROMOSI DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK MAYBELLINE DI KOTA PADANG Ade Candra Gunawan, Febsri Susanti Sekolah Tinggi Ilmu Eknomi “KBP” febsrisusanti@akbpstie.ac.id ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh periklanan, personal selling dan harga terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Maybelline di Kota Padang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sedangkan jumlah sampel yang digunakan untuk analisis adalah 100 orang. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi linier berganda. Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel bebas, yaitu periklanan, personal selling dan harga. Variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Maybelline di Kota Padang adalah periklanan dan personal selling. Sedangkan nilai koefisien determinasi dalam penelitian ini ditemukan sebesar 0,896, atau sama dengan 89,6%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa dari keputusan pembelian produk kosmetik Maybelline di Kota Padang yang dapat dijelaskan oleh periklanan, personal selling dan harga sebesar 89,6%, sedangkan 10,4% diduga dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti distribusi, serta psikologi konsumen yang terdiri dari motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan sikap serta citra merek. Berdasarkan hasil pengujian analisis regresi linier berganda, ditemukan bahwa variabel periklanan, personal selling dan harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Maybelline di Kota Padang. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk manajemen Maybelline Padang untuk terus berupaya meningkatkan periklanan dan personal selling di masa yang akan datang. Hal ini disebabkan karena periklanan dan personal selling memiliki pengaruh yang berarti terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Maybelline di Kota Padang. Kata Kunci : Periklanan, Personal selling, Harga dan Keputusan Pembelian PENDAHULUAN Persaingan antar pasar industri perawatan pribadi dan kosmetik semakin kompetitif. Hal ini terbukti dengan banyaknya jenis kosmetika beredar baik produksi dalam negeri maupun produksi luar negeri. Membanjirnya produk kosmetika di pasaran mempengaruhi sikap seseorang terhadap keputusan pembelian dan pemakaian barang. Pembelian suatu produk bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan (need),