JURNAL KAGANGA, VOL. 5 NO. 2, OKTOBER 2021 61 DIALEKTIKA INTERNAL MASYARAKAT MERIGI SAKTI KABUPATEN BENGKULU TENGAH DALAM KONFLIK PERTAMBANGAN BATU BARA Nurlianti Muzni 1 Prahastiwi Utari 2 1 Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Konflik lingkungan yang terjadi antara masyarakat Merigi Sakti dengan PT. Citra Buana Seraya (PT.CBS) Kabupaten Bengkulu Tengah tidak hanya menyisahkan pertentangan diantara keduanya. Kontradiktif antara perempuan dan laki-laki atau dalam konsep dialektika disebut dialektika internal, melihat bagaimana perempuan menghadapi harapan yang tidak jelas atau terjadi suatu pertentangan.Dialektika internal pada konflik pertambangan batubara ini terbagi menjadi tiga bagian. Yaitu; Keterhubungan gerakan penolakan antara perempuan dan laki-laki di Merigi Sakti (connection-autonomy), Keterlibatan perempuan dalam konflik yang Mengalami Ketidakpastian (certainty-uncertainty), dan Keterbukaan dari perempuan dan laki-laki Merigi Sakti dalam merespon konflik (opennes-closednes).Tulisan ini, merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan pada masyarakat Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah. Dengan mengacu pada konsep dialektis dialogis yang dikemukakan oleh Baxter and Montgomery, tulisan ini melihat melihat berbagai pertentangan di internal masyarakat selama konflik terjadi. Kata Kunci: Konflik Lingkungan, Dialektika internal, perempuan ABSTRACT The environmental conflict between the people of Merigi Sakti and PT. Citra Buana Seraya (PT.CBS) of Central Bengkulu Regency not only separates the conflict between the two. The contradictions between women and men or in the concept of dialectics are called internal dialectics, looking at how women face unclear expectations or a conflict. Internal logic in coal mining conflicts is divided into three parts. That is; Connectivity of resistance movement between women and men in Merigi Sakti (connection-autonomy), Women's involvement in certain Uncertainty conflicts, and Openness of women and men in conflict-response (opennes- closednes). This paper, is part of research conducted on the community of Merigi Sakti, Central Bengkulu Regency. Referring to the dialectical concept of dialogue put forward by Baxter and Montgomery, this paper sees seeing internal conflicts in society during the conflict. Keywords: Environmental Conflict, internal Dialectic, Women