152
Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pernikahan
Anak di Posyandu Remaja Gawalise
The Effect of Audiovisual Media on Adolescent Knowledge About Child Marriage at the
Gawalise Youth Posyandu
Artika Dewie*
1
, Mardiani Mangun
1
, Irma Safira
1
Poltekkes Kemenkes Palu, Indonesia
(Email Korespondensi: dewieartika@gmail.com)
ABSTRAK
Salah satu penyebab kecenderungan terjadinya pernikahan anak adalah kurangnya pengetahuan dan
kesadaran akan akibat dan kerugian dari pernikahan di usia muda. Penyuluhan menggunakan media audio visual
merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis pengaruh audiovisual terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan anak. Desain penelitian ini
menggunakan one group pretest-postest dengan total sampling yaitu seluruh Remaja yang menjadi anggota
Posyandu remaja Gawalise sejumlah 50 orang. Media yang digunakan adalah berupa video dan Instrumen yang
digunakan yaitu kuisioner. Setelah diketahui data berdistribusi tidak normal, maka analisis bivariat menggunakan
uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahw pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan dengan
media audio visual tentang pernikahan anak yaitu berpengetahuan cukup sejumlah 32 responden (64 %), kemudian
setelah diberi penyuluhan dengan media audiovisual hampir seluruh responden memiliki pengetahuan baik yaitu
40 responden (80 %). Hasil uji wilcoxon menunjukkan perbedaan pengetahuan tentang pernikahan anak yang
bermakna antara sebelum dengan sesudah penyuluhan dengan menggunakan media audio visual (p-value = <
0,001). Media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang pernikahan anak.
Kegiatan penyegaran perlu dilakukan secara berkala kepada remaja mengenai konsekuensi terjadinya pernikahan
anak dan bekerjasama lintas sektoral untuk melakukan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).
Kata kunci : Pernikahan anak, Media Audiovisual, Pengetahuan
ABSTRACT
One of the causes of the tendency for child marriage to occur is the lack of knowledge and awareness of the
consequences and disadvantages of marriage at a young age. Counseling using audio-visual media is an effective
way to increase knowledge. The purpose of this study was to analyze the effect of audiovisual on adolescent
knowledge about child marriage. The design of this study used one group pretest-posttest with a total sampling of
50 teenagers who were members of the Gawalise Youth Posyandu. The media used is in the form of video and the
instrument used is a questionnaire. After knowing that the data is not normally distributed, then the bivariate
analysis uses the Wilcoxon test. The results showed that the knowledge of the respondents before being given
counseling with audio-visual media about child marriage was quite knowledgeable about 32 respondents (64%),
then after being given counseling with audiovisual media almost all respondents had good knowledge, namely 40
respondents (80%). The results of the Wilcoxon test showed a significant difference in knowledge about child
marriage between before and after counseling using audio-visual media (p-value = <0.001). Audiovisual media
has an effect on increasing adolescent knowledge about child marriage. Refresher activities need to be carried
out periodically to adolescents regarding the consequences of child marriage and cross-sectoral collaboration to
carry out the Maturation of Marriage Age.
Keywords: Child marriage, Audiovisual Media, Knowledge
https://doi.org/10.33860/jik.v16i2.992
Vol.16 No.2 Agustus 2022: Hal. 152-156
p-ISSN: 1907-459X e-ISSN: 2527-7170
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan
http://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/JIK
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative
Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).
Original Article