Copyright © 2021, Universitas Muhammadiyah Metro| 41 AT-TAJDID: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam (p-ISSN: 2548-5784 |e-ISSN: 2549-2101) Vol. (05) No. (02), (Desember) (2021), (42-50) Doi: http://dx.doi.org/10.24127/att.v6521a2366 THE REALIZATION OF EDUCATION AND TOLERANCE IN THE FRAME OF DIVERSITY THROUGH REOG PONOROGO FESTIVAL Galih Puji Kurniawan 1 Universitas Gadjah Mada, Indonesia 1 E-mail: galihpujikurniawan@gmail.com 1 Silvi Sitaviana 2 Universitas Diponegoro, Indonesia 2 ABSTRAK Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu mengapa Festival Nasional Reog Ponorogo dalam sebuah tradisi budaya Kabupaten Ponorogo dapat dijadikan sebagai edukasi dan pencipta toleransi untuk mewujudkan persatuan keBhinekaan dalam negeri. Alasan peneliti melakukan penelitian ini karena masih minimnya penelitian mengenai Festival Nasional Reog Ponorogo di kota kami. Selain itu, peneliti ingin melestarikan tradisi budaya di Ponorogo yang sudah ada sejak jaman dahulu salah satunya Festival Nasional Reog. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang Festival Nasional Reog Ponorogo sebuah tradisi budaya Kabupaten Ponorogo sebagai edukasi dan pencipta toleransi untuk mewujudkan persatuan KeBhinekaan dalam negeri. Landasan teori yang peneliti gunakan pada penelitian ini yaitu mengenai Reog Ponorogo dan Festival Nasional Reog karena dua topik ini relevan dengan penelitian kami. Metode penulisan kami yaitu metode kualitataif dengan sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data terdiri dari studi literature, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data kami menggunakan daftar wawancara dan pedoman dokumentasi. Sedangkan metode dan teknik analisis data yang kami gunakan yaitu kualitatif. Hasil dari penelitian kami adalah Festival Nasional Reog Ponorogo yang rutin diselenggarakan setiap 1 Suro selain digunakan untuk melestarikan kesenian Reog Ponorogo ternyata memberikan nilai positif di masayarakat antara lain sebagai edukasi dan pencipta toleransi Kata Kunci: Realization of Education, Realization of Tolerance, Reog Ponorogo as Tolerance