Jurnal Laut Khatulistiwa, 2(1): 32-38, February 2019
ISSN: 2614-6142 (printed), 2614-8005 (online)
www.jurnal-untan.ac.id/lk
32
1. Pendahuluan
Besarnya peranan ekosistem mangrove
terhadap lingkungan pesisir menjadikan
mangrove sangat diperhatikan oleh banyak
pihak seperti akademisi, pemerintah, maupun
masyarakat sekitar. Beberapa spesies
mangrove tumbuh di pesisir Kalimantan
Barat, contohnya di Kabupaten Mempawah
Desa Nusapati adalah Aegiceras floridum,
Avicennia alba, A. lanata, A. marina,
Bruguiera cylindrica, B. gymnorrhiza, B.
parviflora, Excoecaria agallocha,
Sonneratia alba, Soneratia caseolaris, dan
Xylocarpus moluccensis (Prastomo et al.,
2017).
Salah satu hutan mangrove alami yang ada
di Kabupaten Mempawah yaitu hutan
mangrove yang terdapat di kawasan Peniti,
khususnya berada di sekitar Muara Sungai
Peniti, Desa Peniti Besar, Kecamatan
Segedong. Hutan mangrove peniti terletak di
sebelah utara Kota Pontianak. Secara
geografis sungai peniti terletak antara
00011’05” LU dan 109008’14” BT dan
antara 00006’13” LU dan 109009’49” BT
dengan luas hutan mangrove ± 390,625 Ha.
Lokasi penelitian berada di sekitar muara
sungai peniti berjarak ± 2,7 km dari jalan
Analisis Vegetasi Mangrove di Muara Sungai Peniti,
Kabupaten Mempawah
Iwan Kuncoro
1
*, Anthoni Batahan Aritonang
1
, Shifa Helena
1
1
Program studi Ilmu Kelautan, FMIPA, Universitas Tanjunpura, Pontianak-
Indonesia
*Correspondence email: Iwan Kuncoro
iwanbahariskw@gmail.com
Received:18 December 2018- Accepted: 08 January 2019
Published: 28 February 2019 © Author(s) 2019. This article is open access
Abstract: Mangrove adalah vegetasi yang tumbuh di daerah pasang surut air laut
maupun daerah muara. Salah satu muara yang terdapat di Kalimantan Barat ialah
muara Sungai Peniti dengan kondisi mangrove yang masih tergolong alami dan belum
pernah dilakukan penanaman. Penelitian tentang analisis vegetasi mangrove dilakukan
di muara Sungai Peniti, Desa Sungai Burung Kabupaten Mempawah Provinsi
Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi dan zonasi
mangrove muara Sungai Peniti. Penentuan lokasi penelitian ditentukan dengan metode
purpossive sampling, adapun dalam pengukuran dan pengamatan vegetasi mangrove
dengan menggunakan metode transek. Parameter yang diamati adalah komposisi jenis,
kerapatan, kerapatan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dominansi dan indeks nilai
penting mangrove.Hasil penelitian didapat 6 jenis mangrove yaitu A. marina, A.
lanata, A. alba, E. agallocha, X. mekongensis, dan N. Frutican. Nilai penting (INP)
tertinggi untuk tingkat pohon ditemukan pada A. marina dengan nilai mencapai 210,12
%, sedangkan pada pancang dan semai yaitu A. lanatadengan nilai penting (INP)
200%. Muara sungai Peniti tidak terbentuknya suatu zonasi mangrove.
Keywords: Muara Sungai Peniti, vegetasi mangrove, zonasi mangrove