Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner (JIMVET) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Volume 4, Nomor 4: 101-106 E-ISSN : 2540-9492 September 2020 101 HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH ( Rattus norvegicus) SETELAH IMPLAN WIRE MATERIAL LOGAM Histopathology of rat’s (rattus norvegicus) kidney After metal material wire implantation Tridian Novia Gelis 1 *, Etriwati 2 , Erwin 3 , Nazaruddin 2 , Zainuddin 4 , Muttaqien 5 1 Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala 2 Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala 3 Laboratorium Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala 4 Laboratorium Histologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala 5 Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala *Email : etriwati.2102@gmail.com ABSTRAK Ginjal merupakan organ yang mempunyai peranan penting dalam tubuh untuk membuang sisa dari metabolisme dan toksikan tubuh melalui urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi jaringan ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) setelah implan wire material logam stainlees steel 316L dan wire stainless steel alternatif alat pancing pada tulang femur. Sepuluh ekor tikus putih jantan dibagi 2 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor. Kelompok I (K-I) diimplan menggunakan wire stainlees steel 316L dan kelompok II (K-II) diimplan menggunakan wire stainless steel alternatif alat pancing. Organ ginjal dikoleksi pada hari ke-86 setelah implantasi. Pemeriksaan histopatologi ginjal dilakukan dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Hasil pengamatan histopatologi diskoring dan dianalisis menggunakan uji T dengan perangkat lunak SPSS ( Statistic Program For Social Science) 22. Hasil pengamatan berupa hiperemi, hemoragi, nekrosis dan sel-sel inflamasi dengan perubaha n yang tidak signifikan (P>0,05) antara kedua kelompok perlakuan. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaaan gambaran histopatologi ginjal tikus yang diimpalan wire stainless steel 316L dan wire stainless steel alternatif alat pancing. Kata kunci : Ginjal, histopatologi, implan, logam, wire ABSTRACT Kidney is an organ that has an important role in the body to remove the rest of the body's metabolism and toxins through urine. This study aims to determine the histopathological picture of kidney tissue in white rats (Rattus norvegicus) after implantation of 316L stainless steel metal wire and alternative stainless steel wire for fishing line on the femur bone. Ten male rats were divided into 2 treatment groups, each group consisting of 5 tails. Group I (K-I) was implanted using 316L stainless steel wire and group II (K-II) was implanted using an alternative stainless steel wire for fishing line. Kidney organs were collected on 86 th day after implantation. Histopathological examination of the kidneys is carried out by hematoxylin-eosin (HE) staining. Histopatologi observation results were scored and analyzed using T test with SPSS (Statistical Program For Social Science) 22 software. The results showed the occurrence of hyperemia, hemorrhage, necrosis and inflammatory cells with insignificant changes (P> 0.05) between the two treatment groups. It was concluded that there was no difference in the histopathological picture of rat kidneys implanted by 316L stainless steel wire and alternative stainless steel wire fishing line. Keywords: histopayhology, kidney, wire, implant, metal PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam dekade terakhir penggunaan implan medis telah berkembang secara dramatis karena dapat meningkatkan harapan hidup, adanya perubahan gaya hidup dan perbaikan dalam teknologi implan medis tersebut (Bosco et al ., 2012). Implan dapat digunakan sebagai pengganti jaringan rusak seperti tulang yang disebabkan oleh penyakit maupun trauma, sebagai filler dan support fase penyembuhan (Leni et al., 2019). Tulang yang mengalami kerusakan dapat menyebabkan hilangnya kekuatan tulang sehingga mengurangi fungsi-fungsi mekanis dari tubuh. Salah satu cara penanganan permasalahan pada tulang adalah dengan melakukan pemasangan biomaterial pada bagian yang mengalami kerusakan (Krecisz et al ., 2006). Biomaterial merupakan material yang mengalami kontak langsung dengan sistem biologis tubuh makhluk hidup yang diaplikasikan untuk mengganti atau mengembalikan fungsi dari komponen tulang yang mengalami kerusakan (Sutowo et al., 2014). Logam merupakan material umum yang digunakan dalam fiksasi tulang, seperti kawat, sekrup, dan pelat. Logam yang banyak