Keterkaitan Antara Budaya Organisasi dan Turnover Karyawan yang Tinggi di PT. MV (The Relationship Between Organization Culture and High Employee Turnover at PT. MV) DARA LINTANG ARUM INDAHI 1 , SETA A. WICAKSANA 2 1 Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Jl. Borobudur No.7 Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia e-mail: daralintangarum@gmail.com 2 Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Jl. Borobudur No.7 Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia e-mail: seta.wicaksana@univpancasila.ac.id Abstrak: Turnover karyawan yang tinggi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang berpengaruh pada tingkat turnover karyawan adalah budaya organisasi. Penilaian untuk tingkat turnover menggunakan metode kuesioner yang dibagikan ke 20 orang karyawan PT. MV cabang M. Berdasarkan hasil kuesioner, 85% responden menunjukkan budaya yang berjalan saat ini tidak sesuai dengan ekspektasi responden dan responden berencana untuk tidak memperpanjang kontrak kerja. Dapat disimpulkan bahwa budaya perusahaan berkorelasi dengan tingkat turnover karyawan. Kata kunci: Budaya perusahaan; ekspektasi; turnover. Abstract: High employee turnover can be caused by several factors. One of the factors that influence the level of employee turnover is the organization culture. Assessment for the level of turn over using the questionnaire method which was distributed to 20 employees of PT. MV branch M. Based on the results of the questionnaire, 85% of the respondents indicated that the current culture did not meet the expectations of the respondents and the respondents planned not to extend the work contract. It can be concluded that corporate culture correlates with employee turnover rates. Key words: Company culture; expectation; turnover. PENDAHULUAN Penelitian ini dibuat karena terdapat fenomena adanya turnover karyawan yang tinggi pada tahun 2020 – 2023 di PT. MV khususnya pada cabang M. (McShane & Glinow, 2017) memandang kepuasan kerja sebagai evaluasi seseorang atas pekerjaannya dan konteks pekerjaan. Merupakan penilaian terhadap karakteristik pekerjaan, lingkungan kerja, dan pengalaman emosional di pekerjaan yang dirasakan. Kepuasan kerja tidak hanya merupakan imbal pendapatan, yaitu bagaimana kerja yang menyenangkan, baik dan bermakna (Arnoux-nicolas et al., 2016; Keles & Findikli, 2016). Karyawan adalah sumber daya manusia yang digunakan untuk menggerakkan dan mensinergikan sumber daya lain untuk mencapai tujuan bisnis. Tanpa karyawan, tujuan implementasi perusahaan akan sulit tercapai dan pada