205 Seminar Nasional dan Temu Alumni Pendidikan Teknologi dan Kejuruan 14 Sepetember 2016 KOLABORASI GURU SEKOLAH KEJURUAN DENGAN LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MUTU PENDIDIKAN Kebri K. M. Pajung, Agus Setiawan Prodi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Sekolah Pascasarjana UPI kebrikein@student.upi.edu Abstrak. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan vokasi, sehingga penyelenggara pendidikan harus terus membenah dan mengembangkan sumber daya manusianya dalam pengelolaannya. Guru kejuruan sebagai inti pengelolah pendidikan merupakan aset penting dalam membentuk manusai yang produktif sesuai dengan bidang keahlian. Guru harus memiliki pengetahuan yang uptodate seiring dengan perkembangan jaman sehingga mampu memberikan pengetahuan dan melatih peserta didik sesuai dengan prinsip tepat guna. Peningkatan mutu dan kualitas guru kejuruan tidak dapat terjadi dengan sedirinya melainkan harus melakukan upaya kerja sama dengan berbagai pihak. Pihak yang paling strategi untuk pengembangan ilmu adalah dengan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi PTK dan industri sebagai objek atau sasaran penerapan ilmu. Metode triple helix dapat menjadi acuan dalam kolaborasi antar lembaga atau personal dengan lembaga lain dalam kemajuan untuk suatu tujuan tertentu yakni peningkatan mutu pendidikan. Untuk meningkatkan pengetahuan dan skill dari seorang guru maka salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan dan pendalaman ilmu dengan berbagai lembaga pengembang pendidikan lainnya secara kontinyu dan terjawal, maka diperlukan sikap yang memiliki komitmen antara sekolah dengan lembaga pendidikan lain. Kerjasama ini dapat dibentuk antara sekolah kejuruan dengan perguruan tinggi penyelenggara pendidikan teknologi dan kejuruan yang saling bersineri diantaranya kendala guru dalam masalah di sekolah dan Dosen sebagai problem solving dalam upaya melakukan penelitian dan inovasi pemecahan masalah. Kata kunci: Guru Kejuruan, kerjasama antar lembaga, peningkatan pengetahuan Pendahuluan Pendidikan Teknologi dan kejuruan (Technical Vocation and Training) atau sering disingkat dengan TVET merupakan salah satu lembaga pendidikan yang akan mempersiapkan sumber daya manusia produktif dengan memiliki kemampuan keterampilan pada bidang keahlian tertentu, sehingga lulusannya diharapkan mampu bekerja sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan berdasarkan bekal ilmu yang berkaitan dengan bidangnya. Implementasi sistem pembelajaran di lembaga kejuruan ini tidak terlepas dari banyaknya faktor pendukung, diantaranya adalah guru atau instruktur teknis yang merupakan faktor utama dalam ketercapaian keberhasilan siswa. Guru pada lembaga kejuruan menjadi salah satu faktor penentu yang akan mengarahkan dan memotivasi peserta didiknya dalam upaya pencapaian penguasaan ilmu dan keterampilan yang menjadi bekal dalam memasuki lapangan kerja.