147 TAZKIYA Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan MEMBINGKAI KAJIAN HISTORIS DAN FILOLOGIS DALAM PENELITIAN ILMIAH* MUHAMAD SHOHEH Dosen Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten e-mail: matshohe@yahoo.co.id Abstrak Akhir-akhirini, penggunaan pendekatan dua bidang ilmu (interdisipliner)maupunberbagai bidang ilmu (multi disipliner) dalam sebuah kajian atau penelitian ilmiah makin menjadi tuntutan yang sulit terelakkan, mengingat perkembangan manusia di abad milenium ini telah memasuki era global yang hampir tak ditemukan batasannya dari sisi jarak, ruang, waktu, dan tempat. Pada sisi lain, tuntutan tersebut membuktikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan begitu dinamis dan tak terelakkan.Untuk memperoleh hasil penelitian yang memiliki manfaat yang lebih luas dan dapat memenuhi tuntutan sebagai jawaban atas berbagai problematika kehidupan yang makin kompleks dan beragam, maka bagi yang menggeluti bidang kajian keislaman dituntut untuk dapat melakukan penelitian dengan tidak hanya menggunakan metode dan pendekatan ilmu yang selama ini menjadi konsentrasi keahliannya saja, melainkan harus mencoba menggunakan bantuan ilmu-ilmu sosial lainnya semisal Filologi, Arkeologi, Sastra, Antropologi, Sosilogi, dan lain-lain. Kata Kunci: penelitian ilmiah, interdisipliner, multidisipliner, filologi. A. Pendahuluan Setiap ilmu memiliki bidang kajiannya masing-masing dan memiliki keunikan serta kekhususan tersendiri. Demikian juga cara kerja dan metode yang digunakan sebagai alat untuk menemukan hasil penelitiannya, memiliki cara dan langkah- langkahnya masing-masing. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan makin cepatnya arus perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi, setiap bidang ilmu tak dapat berdiri sendiri. Khususnya bidang kajian ilmu-ilmu sosial yang memang