Vidya Karya ISSN (print) : 0215-9619
https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/JVK/index ISSN (online): 2614-7149
Vol 36 No 2 Tahun 2021
107
Pemanfaatan Lahan Gambut Di Kawasan Transmigran Desa
Sidomulyo Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala
Herry Porda Nugroho Putro
1*
, Syarifuddin Syarifuddin
2
, Deasy Arisanty
3
, Mohamad
Zaenal Arifin, Anis Anis
4
1
Magister Pendidikan IPS/Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
2
Magister Pendidikan IPS/Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia.
3
Program Studi Pendidikan Geografi/FKIP/Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
4
Program Studi Pendidikan Sejarah/FKIP/Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia.
*pordabanjar@ulm.ac.id
Abstract. This study aimed to obtain data on the use and utilization of peatlands that the
government has provided to meet their daily needs. Peatlands, which are very difficult to
manage, challenge transmigrant communities to turn them into productive land. The
method used was qualitative with a descriptive approach to reveal the facts in the field.
Data collection used interviews, document studies, and direct observation of the field.
Based on the data, it is known that the transmigrant community used peatland for mixed
gardens, with 1010 plots of land used for seasonal crops (vegetables, oranges and rice)
and perennials (rubber, oil palm and coconut), 480 plots of land were for settlements,
and as many as 32 plots of land were used for mosques, cemeteries and schools. This
data was obtained from the National Land Agency (BPN) Kab. Barito Kuala, interviews,
and direct observations with the people who cultivate the land. The results obtained
explain that the use of peatlands by transmigrants was certainly an illustration that
peatlands could still be used as productive and comfortable land to be used as
settlements/residences and for community livelihoods. With proper management, the use
of peatland would provide great benefits, not only for the present but also for the future.
Keywords: Peatlands; Transmigran Community; Utilization
Abstrak. Penelitian ini bertujuan memperoleh data mengenai penggunaan dan
pemanfaatkan lahan gambut yang telah diberikan oleh pemerintah guna memenuhi
kebutuhan hidupnya. Lahan gambut yang notabennya sangat sulit dikelola menjadi
tantangan bagi masyarakat transmigran untuk menjadikannya lahan produktif. Metode
yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengungkap fakta
yang terdapat di lapangan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, studi
dokumen, dan observasi langsung ke lapangan. Berdasarkan data yang diperoleh
diketahui bahwa masyarakat transmigran menggunakan lahan bergambut untuk kebun
campuran yaitu sebanyak 1010 bidang tanah digunakan untuk tanaman musiman
(sayuran, jeruk dan padi) dan tanaman keras (karet, sawit dan kelapa), 480 bidang tanah
untuk permukiman, dan sebanyak 32 bidang tanah yang digunakan untuk masjid/langgar,
kuburan, dan sekolah. Data ini diperoleh dari Badan Pertanahan Nasional (BPN)
Kabupaten Barito Kuala, wawancara, dan observasi langsung dengan masyarakat yang
mengolahan lahan tersebut. Hasil yang diperoleh menerangkan bahwa penggunaan lahan
bergambut oleh masyarakat transmigran tentu menjadi gambaran bahwa lahan gambut
masih bisa dijadikan lahan yang produktif dan nyaman untuk dijadikan
permukiman/tempat tinggal serta untuk penghidupan masyarakat. Dengan pengolahan
yang tepat, pemanfaatan lahan bergambut dapat bermanfaat dengan baik secara
berkelanjutan.
Kata Kunci: Lahan Gambut; Masyarakat Transmigran; Pemanfaatan
© 2021 Vidya Karya