Media Agrosains Vol. 3 No. 01, Oktober 2017 : 19 - 22 19 PENGARUH PEREBUSAN DAN PERENDAMAN PADA PROSES PENGOLAHAN TEPUNG BIJI DURIAN Dwi Ari Cahyani 1* dan Lukmanul Hakim 2 1* Dosen Progam Studi Agoteknologi Politeknik Banjarnegara Email : d.aricahyani@yahoo.com 2 Dosen Progam Studi Agoteknologi Politeknik Banjarnegara Email : taaruf_ya@yahoo.com Received date: 22/03/2017, Revised date: 09/05/2017, Accepted date: 09/10/2017 ABSTRACT Durian is one of the leading commodity products in Banjarnegara Regency. Processing durian seed flout is expected to multiply the processed product diversification as well the utilization of wate gain that is not utilized this research is to study the processing of gain into flour durian from durian seed with the treatment variations boiling and soaking salt in different variation. Researchers applied experimental methods matrial used are typical local durian seeds variation Banjarnegara by immersion using 10 g, 20 g and 30 g salt and boiling 10, 20, and 30 minutes. Analysis of the data using One Way Annova. The results showed that most of durian seed flour produced at 211,5 g at treatment without soaking and addition of salt 10 g. And the lowest was in treatment durian seed flour produced at 167 g in treatment for 30 minutes and soaking salt 20 g. Keywords : Durian seed, flour, processing, product diversification, soaking ABSTRAK Durian merupakan salah satu produk komoditas unggulan Kabupaten Banjarnegara. Pengolahan tepung biji durian diharapkan dapat memperbanyak diversifikasi produk olahan sekaligus pemanfaatan limbah biji yang tidak termanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pengolahan biji durian menjadi tepung biji durian dengan variasi perlakuan perebusan dan perendaman garam dalam berbagai variasi. Penelitian menerapkan metode penelitian eksperimen. Bahan yang digunakan adalah biji durian lokal khas Banjarnegara dengan variasi perendaman menggunakan 10 g, 20 g dan 30 g garam dan perebusan 10, 20, 30 menit. Analisis data menggunakan One Way Annova. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa tepung biji durian paling banyak dihasilkan sebesar 211,5 g pada perlakuan tanpa perendaman dan penambahan garam sebesar 10 g dan terendah sebesar 167 g pada perlakuan perebusan selama 30 menit dan perendaman garam 20 g. Kata kunci : Biji durian, diversifikasi produk, pengolahan, perendaman, tepung PENDAHULUAN Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu sentra pertanian di Jawa Tengah dengan hampir 75% luas wilayahnya berupa lahan pertanian subur yang dapat dikembangkan untuk budidaya berbagai komoditas pertanian. Salah satu komoditas pertanian unggulan yang menjadi ciri khas Kabupaten Banjarnegara adalah tanaman durian. Menurut Badan Pusat Statistika (BPS) Indonesia tahun 2011, produksi durian di Indonesia sekitar 1.818.949 ton. Bobot total buah durian terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama, daging buah sekitar 20- 35%; kedua, biji sekitar 5-15%; sisanya berupa bobot kulit yang mencapai 60-75% dari bobot total buah. Masyarakat pada dasarnya hanya mengonsumsi daging buah durian, hal ini berarti 65-80% bagian durian yang lain yaitu biji dan kulit tidak dikonsumsi. Pengolahan biji durian memerlukan penanganan khusus yaitu pada saat penghilangan lendirnya. Apabila lendir tidak dihilangkan maka akan