Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpti.121 Vol. 1, No. 11, November 2021, Hal. 461-464 p-ISSN: 2775-4227 e-ISSN: 2775-4219 461 Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit dalam Proses Pembuatan Pupuk Organik Padat Muhammad Yerizam *1 , Erwana Dewi 2 , Abu Hasan 3 , Muhammad Ridho Triadi 4 , Nyayu Fia Atindu 5 , Sari Rizky Amelia 6 1,2,3,4,5,6 Program Studi Teknologi Kimia Industri, Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia Email: 1 yerizam@polsri.ac.id Nomor Handphone : 0821-8624-7508 Abstrak Kompos merupakan jenis pupuk yang berasal dari hasil akhir penguraian sisa-sisa hewan maupun tumbuhan yang berfungsi sebagai penyuplai unsur hara tanah sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki tanah secara fisik, kimiawi, maupun biologis. Pada proses pengomposan dapat terjadi secara aerobik atau anaerobik. Pada penelitian kali ini menggunakan proses aerobic (mikroba menggunakan oksigen dalam proses dekomposisi bahan organic). Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pupuk organic padat dari tandan kosong kelapa sawit, dengan memvariasikan konsentrasi MOL yakni, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Sehingga didapatkan kadar N tertinggi pada konsentrasi 10% yakni 0,150 mg/l, kadar P sebesar 0,151 mg/l pada konsentrasi 10% dan Kadar K sebesar 354,253 mg/l pada konsentrasi 15%. Kata kunci: Kadar Kalium, Kadar Nitrogen, Kadar Phospor, Pupuk Utilization of Oil Palm Empty Fruit Bunches in the Process of Making Solid Organic Fertilizer Abstract Compost is a type of fertilizer that comes from the final result of the decomposition of animal and plant remains that function as a supplier of soil nutrients so that it can be used to improve soil physically, chemically, and biologically. The composting process can occur aerobically or anaerobically. In this study using an aerobic process (microbes use oxygen in the process of decomposition of organic matter). The purpose of this study was to obtain solid organic fertilizer from oil palm empty fruit bunches, by varying the MOL concentration, namely, 10%, 15%, 20%, 25% and 30%. So that the highest N levels were obtained at a concentration of 10% ie 0.150 mg/l, P levels of 0.151 mg/l at a concentration of 10% and K levels of 354.253 mg/l at a concentration of 15%. Keywords: Fertilizer, Kaium level, Nitrogen level, Phospor level. 1. PENDAHULUAN Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2017, indonesia merupakan Negara produsen dan negara eksportir CPO terbesar di ASEAN maupun dunia. Negara produsen lainnya adalah Malaysia, Thailand, Nigeria, Kolumbia dan Papua Nugini. Produksi CPO dunia didominasi oleh Indonesia dan Malaysia. Kedua Negara ini secara total menghasilkan sekitar 85-90% dari total produksi CPO dunia. [1] Dalam satu ton kelapa sawit terdapat 230 250 kg TKKS, 130 150 kg serat, 65 kg cangkang, dan 55 60 kg biji. Limbah padat yang dihasilkan dari pabrik pengelolaan minyak sawit ini akan semakin bertambah dan menimbulkan masalah baru jika tidak segera dimanfaatkan [2]. Salah satu produk sampingan yang berupa padatan dari industri pengolahan kelapa sawit yakni Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) [3]. Tandan kosong kelapa sawit merupakan sumber bahan organik yang kaya unsur hara N, P, K, dan Mg. jumlah tandan kosong kelapa sawit diperkirakan sebanyak 23% dari jumlah tandan buah segar yang di olah. Dalam setiap ton tandan kosong kelapa sawit mengandung hara N 1,5%, P 0,5%, K 7,3%, dan Mg 0,9% yang dapat digunakan sebagai substitusi pupuk pada tanaman kelapa sawit [4] Selama ini pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit sangat terbatas yaitu ditimbun (open dumping) dan dibakar dalam incinerator [5]. Salah satu solusi untuk mengatasi penumpukan TKKS di industri kelapa