JER
FT Unipra
ISSN 2807-2367 22
J. Riset Teknik 2021, 1(2). https://unipra.ac.id/jurnal/jurnal-riset-teknik
Artikel
Penggunaan Mikroorganisme Lumpur Aktif pada Bioreaktor Membran
Terendam dalam Pengolahan Limbah Cair
Kusno Hadidjija
1
, Bambang Margiono
2
, Wahyu Nurul
3
dan Agung Rasmito
4,
*
1,2, 3
Jurusan Teknik Industri, Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan ; e-mail : kusnohadidjija12@gmail.com
4
Program Studi Teknik Kimia, Universitas WR Supratman Surabaya ; e-mail : ag_rasmito@yahoo.co.id
* Korespondensi: : Agung Rasmito, email : ag_rasmito@yahoo.co.id
Abstrak : Pengolahan limbah cair yang menggunakan sistem lumpur aktif memer-
lukan lahan yang luas dan biaya operasi yang cukup tinggi. Karena itu sistem kom-
binasi Bioreaktor Membran Terendam (BRMt) dan lumpur aktif diusulkan sebagai
solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kombinasi proses activated
sludge dengan proses separasi membran serta meninjau segi aspek mikrobiologi
yang ada pada Bioreaktor Membran terendam (BRMt). Bioreaktor Membran Teren-
dam (BRMt) yang digunakan mempunyai volume operasi 50 liter, dengan konsen-
trasi lumpur aktif 3000, 6000 dan 10000 mg/L, serta menggunakan konsentrasi
umpan limbah sintetis yang bervariasi antara 500, 750, 1000 mg/l, HRT 5 jam, dan
lama backflushing 5, 10 dan 15 menit. Hasil penelitian ini diketahui pada konsentrasi
lumpur 3000 mg/L dan konsentrasi COD umpan 500 dan 1000 mg/l dapat
menurunkan konsentrasi COD sebesar ± 88 %. Dan untuk konsentrasi 6000 mg/l
dengan konsentrasi COD umpan yang sama dapat menurunkan yaitu sebesar >92%.
Sedangkan untuk konsentrasi lumpur 10000 mg/l dengan dengan konsentrasi COD
umpan yang sama dapat menurunkan yaitu sebesar >97%. Dalam tangki aerasi BRMt
ditemukan adanya protozoa yang dapat membantu proses pendegradasian limbah
organik.
Kata kunci : Bioreaktor membran terendam, ultrafiltrasi, hollow fiber, filamentous,
mikroorganisme
Abstract : Liquid waste treatment using an activated sludge system requires a large
area and high operating costs. Therefore a combination system of Submerged Mem-
brane Bio-reactor (BRMt) and activated sludge is proposed as a solution. This study
was aimed to determine the performance of the combined activated sludge process
with the membrane separation process and to review the microbiological aspects of
the Submerged Membrane Bioreactor (BRMt). The Submerged Membrane Bioreactor (BRMt) used has an operating
volume of 50 liters, with activated sludge concentrations of 3000, 6000 and 10000 mg/L, and uses synthetic waste feed
concentrations that vary between 500, 750, 1000 mg/l, HRT 5 hours, and backflushing time of 5, 10 and 15 minutes. The
results of this study found that at a sludge concentration of 3000 mg/L and COD concentration of 500 and 1000 mg/l,
the COD concentration was reduced by ± 88%. A concentration of 6000 mg/l with the same COD concentration, it could
decrease >92%. Meanwhile, the sludge concentration of 10000 mg/l with the same COD concentration of feed could
reduce it by >97%. In the BRMt aeration tank, protozoa were found that can assist the process of organic waste degra-
dation.
Keyword : Submerged membrane bioreactor, ultrafiltration, hollow fiber, filamentous, microorganism
1. Pendahuluan
Pengolahan limbah cair pada umumnya menggunakan sistem lumpur aktif untuk
mendegradasi limbah organik. Pengolahan limbah cair dengan system ini memerlukan bak sed-
imentasi untuk memperoleh pemisahan lumpur yang baik, dimana hasilnya sesuai dengan
Sitasi : Hadidjija, K. dkk,
Penggunaan Mikroorgan-
isme Lumpur Aktif pada Bio-
reaktor Membran Terendam
dalam Pengolahan Limbah
Cair. J. Riset Teknik. 2021, 1(2).
https://doi.org/10.3390/xxxxx
Didaftarkan tanggal : 1
Nopember 2021
Diterima tanggal : 5
Desember 2021r
Dipublikasi tanggal : 30
Desember 2021
Catatan Penerbit : Fakultas
Teknik Unipra netral sehub-
ungan dengan klaim yuris-
diksi dalam peta yang dipub-
likasikan dan afiliasi kelem-
bagaan.
Copyright : © 2021 hak cipta
oleh penulis. Dikirimkan un-
tuk publikasi akses terbuka
(open access)