Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo : Vol 2, No 2, April 2020 Halaman: 160 - 164 eISSN : 2548-1908 160 Pertambahan Bobot Badan dan Bobot Akhir Itik Afkir Substitusi Keong Mas dalam Ransum. (Average Daily Gain and Final Weight of Culled Duck with Substitution Golden Snail on Feed). Nyoman Purwanta 1 , Amiluddin Indi 1 , dan Harapin Hafid 1 1 Faculty Of Animal Science, Halu Oleo University, South East Sulawesi, Indonesia harapinhafid@uho.ac.id Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertambahan bobot badan dan bobot badan akhir itik afkir substitusi keong mas dalam ransum. Materi penelitian ini adalah 70 ekor itik afkir mojosari yang berumur 2,5 tahun. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan bobot badan, dan bobot badan akhir itik afkir. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 7 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdpat 35 unit satuan percobaan. Masing-masing percobaan terdiri dari 2 ekor itik afkhir mojosari. Pakan terdiri dari: (P0) 100% pakan komersial, (P1) 50% pakan komersial + 20% keong mas + 30% dedak, (P2) 40% pakan komersial + 25% keong mas + 35% dedak, (P3) 30% pakan komersial + 30% keong mas + 40% dedak, (P4) 20% pakan komersial + 35% keong mas + 45% dedak, (P5) 10% pakan komersial + 40% keong mas + 50% dedak dan (P6) 45% keong mas + 55% dedak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi keong mas dalam ransum memberikan pengaruh nyata (p<0.05) terhadap pertambahan bobot badan dan bobot badan akhir itik afkir mojosari. Kata Kunci : Itik Afkir, Keong Mas, Pertambahan Bobot Badan, Bobot Akhir Abstract. The purpose of this study was to determine the increase in body weight and final body weight of rejected duck snail substitution in the ration. This research was conducted in Uepai sub-district, Konawe district in January 2020 until February 2020. The research material was 70 afkir mojosari ducks which were 2.5 years old. The variables observed in this study were body weight gain, and final body weight of rejected ducks. The research design used was a Completely Randomized Design consisting of 7 treatments and 5 replications so that there were 35 units of the experimental unit. Each experiment consisted of 2 ducks afkhir mojosari. Feed consists of: (P0) 100% commercial feed, (P1) 50% commercial feed + 20% gold snail + 30% bran, (P2) 40% commercial feed + 25% gold snail + 35% bran, (P3) 30 % commercial feed + 30% gold snail + 40% bran, (P4) 20% commercial feed + 35% gold snail + 45% bran, (P5) 10% commercial feed + 40% gold snail + 50% bran and (P6) 45% golden snail + 55% bran. The results of this study indicate that the golden snail substitution in the ration had a significant effect (p <0.05) on body weight gain and final body weight of the afkir mojosari duck. Key Word : Culled Duck, Golden Snail, Weight Gain, Final Weight 1. Pendahuluan Di Indonesia ternak itik memegang peranan penting terutama di daerah pedesaan.Pemeliharaan ternak itik dilakukan untuk menunjang pendapatan petani peternak, baik sebagai usaha sampingan maupun usaha utama. Usaha ternak itik yang utama adalah diambil produksi telurnya dengan sistem penetasan, penyiapan bibit dan pembesaran calon petelur. Untuk itik petelur afkir dan penggemukan itik jantan kurang begitu diperhatikan [1]. Penggemukan itik afkir merupakan usaha untuk memperbaiki kondisi tubuh ternak dengan indikator pertambahan bobot badan yang signifikan dan kondisi tubuh yang baik