Copyright @ 2023, Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan 103 DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jkpt.v1i0.12214 Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan, Edisi Khusus 2023, 103-109 # Korespondensi: Politeknik Ahli Usaha Perikanan E-mail: heryal72@gmail.com Tersedia online di: http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/jkpt KAJIAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DALAM BUDIDAYA UDANG VANAME ENVIRONMENTAL CARRYING CAPACITY STUDY IN VANAME SHRIMP FARMING Muhammad Hery Riyadi Alauddin 1# , Angkasa Putra 1 1 Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Jl. AUP No. 1, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12520 E-mail: heryal72@gmail.com (Diterima: 31 Desember 2022; Diterima setelah perbaikan: 31 Januari 2023; Disetujui: 31 Januari 2023) ABSTRAK Akuakultur atau budidaya perikanan berperan penting dalam produksi kebutuhan ikan sehingga berpotensi besar untuk terus dikembangkan. Salah satu biota unggulan dalam budidaya air payau adalah udang vaname. Seiring berkembangnya teknologi, udang vaname ditransformasikan ke teknologi intensif. Budidaya udang intensif menjadi kegiatan produktif guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan devisa negara. Di lain hal, penyakit sering kali menjadi persoalan serius dan ini disebabkan oleh lingkungan budidaya yang kurang mendukung kegiatan produksi. Apabila melampaui kapasitas daya dukung lingkungan, maka akan berefek pada berubahnya fungsi pada ekologis perairan. Arah dari tulisan ini adalah untuk menelaah kembali daya dukung lingkungan dalam mewujudkan budidaya udang vaname. Kajian ini menggunakan literatur review atau metode studi kepustakaan. Berdasarkan kajian yang dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa daya dukung lingkungan pada tambak udang vaname yang optimal berefek positif pada peningkatan nilai produksi serta menghasilkan implementasi tambak yang berkelanjutan. KATA KUNCI: Akuakultur; Daya Dukung Lingkungan; Tambak Berkelanjutan; Udang Vaname ABSTRACT Aquaculture plays an important role in the production of fish needs so that it has great potential to continue to be developed. One of the leading biota in brackish water cultivation is vaname shrimp. As technology develops, vaname shrimp is transformed into intensive technology. Intensive shrimp farming is a productive activity to increase people’s economic income and state foreign exchange. On the other hand, disease is often a serious problem and this is caused by a cultivation environment that is not supportive of production activities. If it exceeds the carrying capacity of the environment, it will have an effect on changing functions in the ecology of the waters. The direction of this paper is to re-examine the carrying capacity of the environment in realizing vaname shrimp farming. This study uses literature review methods. Based on the studies conducted, it was concluded that the optimal environmental carrying capacity of vaname shrimp ponds has a positive effect on increasing production value and resulting in sustainable pond implementation. KEYWORDS: Aquaculture; Environmental Carrying Capacity; Sustainable Ponds; Vaname Shrimp PENDAHULUAN Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar di dunia dengan kondisi geografis yang strategis (Putra, 2022a). Total luas perairannya termasuk perairan darat adalah 6,4 juta km 2 , luasan perairan antar pulau 3,1 juta km 2 , dan perairan umum daratan 138,5 ribu km 2 (BIG, 2018). Sekitar 4.876 spesies ikan laut dan darat mendiami perairan Indonesia (FishBase, 2019 in Kadarusman et al., 2019). Salah satu sub sektor yang diharapkan dapat mewujudkan misi kesejahteraan bagi masyarakat kelautan dan perikanan adalah akuakultur (Hermawan et al., 2017). Akuakultur atau budidaya perikanan juga berperan penting dalam produksi kebutuhan ikan, sehingga berpotensi besar untuk terus dikembangkan (Putra, 2022b). Di satu sisi, potensi lahan akuakultur Indonesia yang luas (Putra et al., 2022) terdiri dari budidaya laut 8,3 juta hektar, budidaya air payau 1,3 juta hektar, budidaya air tawar 525 ribu hektar, dan kombinasi minapadi 1,55 juta hektar (KKP, 2015). Seiring berkembangnya waktu, angka terbaru tahun 2018,