M. Dayat, et al. / Manajemen Terpadu Tata Kelola Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam Upaya Penataan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kawasan Pesantren Ngalah / LeECOM, Vol. 4, No. 2, November 2022, 121–128 121 121 MANAJEMEN TERPADU TATAKELOLA PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DALAM UPAYA PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT KAWASAN PESANTREN NGALAH M. Dayat, Mochamad Sirodjudin, F. Danardana Murwani Universitas Negeri Malang Abstrak: Masyarakat di kawasan Pondok Ngalah sebagian besar berprofesi sebagai pedagang makanan baik dalam bentuk warung makan maupun dalam bentuk pedagang kaki lima (PKL). Di mana sejauh ini masih belum tertata secara baik sehingga banyak menempati badan jalan yang luasnya hanya 5 meter yang menjadi akses satu-satunya menuju Pondok Ngalah dan lembaga pendidikan formal yang berada di bawah Yayasan Darut Taqwa. Sehingga hal ini bisa membahayakan keselamatan siswa, santri, serta masyarakat sekitar. Untuk mewujudkan tata kelola dan peningkatan pemberdayaan ekonomi maka hal yang bisa dilakukan antara lain yaitu menyediakan lokasi strategis untuk melo- kalisasi PKL, memberikan edukasi terkait manajemen bisnis bagi komunitas PKL, dan memberikan edukasi terkait terciptanya ruang publik (akses jalan) yang tertib, aman dan nyaman. Dengan adanya penataan PKL yang dikelola dengan baik tentu akan berdampak positif terhadap mobilitas warga masyarakat serta seluruh entitas Yayasan Darut Taqwa dan juga meningkatnya pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan Pondok Ngalah. Kata kunci: manajemen, tata kelola, PKL, pemberdayaan ekonomi Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community, Vol. 4, No. 2, November 2022, 121–128 ISSN 2686-2786 print / ISSN 2685-8630 online *Corresponding Author. e-mail: m.dayat.2204139@students.um.ac.id PENDAHULUAN Seiring dengan semakin berkembangnya Yayasan Darut Taqwa dengan ditandai semakin banyaknya santri dan siswa yang ada di dalam lembaga pendidikan yayasan mendorong masya- rakat dan orang sekitar Yayasan Darut Taqwa untuk mencari keuntungan dengan berbagai macam tawaran dalam memenuhi kebutuhan para siswa dan santri, peluang tersebut pada akhirnya ditangkap dan menyebabkan banyaknya atau bermunculan para pedagang kali lima di sekitar area Yayasan atau Pondok Pesantren Nga- lah, namun seiring dengan perkembangan keha- diran para pedagang kaki lima (PKL) terkadang menjadi problem tersendiri baik bagi masyarakat umum terlebih lagi bagi Yayasan Darut Taqwa dan juga para santri dan siswa, terlebih lagi penggunaan ruang publik yakni bahu jalan yang bukan ruang semestinya untuk berjualan namun untuk pengguna jalan dan lain sebagainya men- jadi masalah tersendiri, di mana tata ruang yang semakin kacau, ketertiban umum yang semakin semrawut, dan lain sebagainya. Masalah PKL merupakan masalah yang cukup kompleks di satu sisi berkaitan dengan mata pencarian para PKL sendiri di sisi lain ada kepentingan umum yang terganggu dengan adanya PKL yang meng- gunakan bahu-bahu jalan yang semestinya ruang publik yang tertib, bersih, rapi, aman, namun sebaliknya terjadi kesemrawutan, ketidaktertib- an, kurang amannya penggunaan jalan sehingga sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh banyaknya siswa dan santri yang membeli makanan dan jajanan di bahu-bahu jalan.