19 UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK SPONS Agelas clathrodes TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Edwardsiella tarda Aprelia Martina Tomasoa 1 , Walter Balansa 1 , Deidy Azhari 1 , Juliet Olivia Montoali 2 1 Staf Dosen Pengajar pada Program Studi Teknologi Budidaya Ikan, Politeknik Negeri Nusa Utara 2 Mahasiswa Program Studi Teknologi Budidaya Ikan, Politeknik Negeri Nusa Utara Alamat : Jl. Kesehatan No.1, Tahuna, Kab. Kepl. Sangihe walterbalansa1@gmail.com Abstrak: Spons Agelas clathrodes merupakan sumber molekul antibakteri potensial terutama terhadap bakteri- bakteri Gram positif. Tetapi ancaman serius infeksi bakteri Gram negatif Edwardsiella tarda terhadap ikan-ikan budidaya dan juga kesehatan manusia, terbatasnya antibiotik untuk bakteri Gram negatif serta cukup melimpahnya A. clathrodes di perairan Teluk Tahuna mendorong kami untuk menguji daya hambat ekstrak spons A. clathrodes terhadap pertumbuhan bakteri E. tarda. Uji daya hambat dilakukan pada media yang telah ditumbuhi bakteri menggunakan tiga konsentrasi ekstrak berbeda (1, 10 dan 100) mg/mL dengan tetrasiklin dan metanol sebagai kontrol positif dan negatif berturut-turut. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk histogram, ditabulasi dan kemudian dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata zona hambat pada tetrasiklin lebih besar (54.6 mm) dibandingkan ekstrak spons berturut-turut (26.6, 34 dan 39.6) mm. Daya hambat yang tergolong sangat aktif (>18 mm) dari A. clathrodes terhadap E. tarda menunjukkan potensi ekstrak ini sebagai antibiotik alami. Kata kunci: Agelas clathrodes, daya hambat, Edwardsiella tarda, ekstrak, zona bening PENDAHULUAN Infeksi bakteri patogenik adalah masalah serius di bidang budidaya ikan (Pridgedon & Klesius, 2012). Selain dapat mematikan ikan peliharaan dalam jumlah besar dan dalam waktu sangat singkat, penyakit ini juga dapat menurunkan kualitas daging ikan terinfeksi dan sangat merugikan para pembudidaya ikan. Secara global, kerugian akibat infeksi bakteri ikan telah ditaksir mencapai US$ 9 miliar tiap tahunnya (Pridgeon & Klesius, 2012) dan secara signifikan menurunkan produksi budidaya ikan di seluruh dunia (Hill, 2005). Terkait dengan masalah ini, Novriadi et al., (2014) secara tegas menyatakan penting dan gentingnya upaya pencegahan bakteri patogenik ikan seperti bakteri Edwardsiella tarda. Menurut Pridgedon & Klesius (2012), bersama dengan sejumlah bakteri Gram negatif lainnya, E. tarda adalah salah satu penyebab infeksi utama ikan-ikan budidaya (contoh: ikan lele, nila, mas), menyebabkan Edwarsiellosis atau tubuh meluruh/hancur. Gejala-gejala ikan terinfeksi E. tarda termasuk kehilangan pigmentasi, mengalami pembengkakan pada bagian perut, luka di bagian sirip dan ekor serta hernia di bagian rektum (Park, 2012). Selain itu, E. tarda juga mengancam kesehatan manusia karena infeksinya bisa berakibat gastroenteritis dan meningitis (Ibrahem et al., 2011). Dalam upaya mencari bahan-bahan antibakteri alami baru dari organisme laut untuk mencegah infeksi E. tarda, kami menguji aktivitas antibakteri spons A. clathrodes dari perairan Teluk Tahuna, Kepulauan Sangihe terhadap E. tarda. METODE Sterilisasi Alat dan Bahan Cawan petri dipanaskan dan dikeringkan pada suhu 180 °C selama 2 jam. Media Tryptic Soy Agar (TSA) disterilkan dengan menggunakan autoklaf pada suhu 121°C dengan tekanan 2 atm selama 15 menit. Pembuatan Media TSA Sebanyak 32 gr TSA diencerkan dalam 800 mL dan dipanaskan pada suhu 100-180°C hingga