Jurnal Perikanan Tropis Available online at: Volume 8, Nomor 2, 2021 http://jurnal.utu.ac.id/jptropis ISSN: 2355-5564, E-ISSN: 2355-5572 173 RANCANG BANGUN KAPAL PANCING BERBAHAN FIBERGLASS FISHING BOATS DESIGN MADE OF FIBERGLASS Rama Agus Mulyadi 1* , Aprilia Syah Putri 1 , Dona Setya 1 , Hamidi 2 1 Program Studi Perikanan Tangkap, Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Indonesia 2 Program Studi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar, Meulaboh *Korespondensi: ramaagus1992@gmail.com Abstract As a means of transportation in the process of catching fish, ship must be owned by fishermen. The purpose of this study was to determine the durability of ship made of fiberglass material and to know when the ship run and stopped. This research was conducted for 4 months in a fishing laboratory assisted by 2 lecturers and 3 students. Students were involved in order to gain knowledge and experience in making boats made of fiberglass. With an experimental methods, data collection was done by direct observation of the design process, material testing, durability, and stability of the ship at sea. The results of this research were obtained in terms of making boats, in which it had a quite long stage starting from knowing the place where the boat was used, designing, making, and testing it in the manufacture. Thus, it is necessary to be careful during the work in order to get better results. Based on the endurance and leak tests, the boat had good resistance and did not leak, so it could be further developed. Keywords: Design, Fiberglass, Fishing Boat I. Pendahuluan Provinsi Lampung merupakan Provinsi yang memiliki garis pantai yang termasuk panjang, hal ini tentu merupakan keuntungan bagi Provinsi Lampung karena masyarakat yang berada di pinggir pantai dapat bekerja sebagai nelayan. Berdasarkan data Dinas Kelautan Provinsi Lampung alat tangkap yang digunakan oleh nelayan Lampung diantara pancing, bubu, jaring insang, purse seine, payang, dan bagan tancap. Kapal merupakan alat bantu transfortasi dalam proses penangkapan ikan, sehingga kapal wajib dimiliki oleh nelayan. Pada umumnya kapal yang dimiliki nelayan Lampung berbahan utama kayu ulin, meranti dan jati, akan tetapi penggunaan kayu tersebut sudah tidak lagi dapat dilakukan karena kayu tersebut susah untuk didapat dan harganya yang tergolong mahal. Langkanya kayu yang berkualitas tinggi menyebabkan nelayan menggunakan kayu-kayu yang kualitasnya rendah seperti kayu damar dan kayu cempaka. Pembuatan kapal dengan kualitas kayu yang rendah menyebabkan umur kapal yang relatif singkat. Penggunaan kayu yang berkualitas rendah dalam pembuatan kapal sangat merugikan nelayan, karena umur kapal tidak tahan lama akibat kayu yang lapuk dan