Jurnal Natural, Oktober 2022 Vol 18. No 2 e-ISSN: 2746-427X , p-ISSN:1412 – 1328 45 PROYEKSI PERTUMBUHAN PENDUDUK KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK MENGGUNAKAN MODEL LOGISTIK Logistic model for population growth projection of Arfak Mountains District Kukuh Silvia Dwi Anggraeni 1) , Tri Widjajanti, S.Si., M.Si. 2 * ) , Rium Hilum, S.Pd., M.Si 3) 1,2,3 Jurusan Matematika dan Statistika FMIPA Universitas Papua, Manokwari 98314, Indonesia Email: 1 kukuhsda23@gmail.com, 2 djajanti03@gmail.com, 3 r.hilum@unipa.ac.id *Corresponding author ABSTRACT Arfak Mountains Regency is an expansion area of Manokwari Regency which was formed based on the law of the Republic of Indonesia Number 24 of 2012 concerning the expansion of Arfak Mountain Regency in West Papua Province. The population growth of the Arfak Mountains Regency which has increased after the expansion can cause social problem in the area. social problems arising from the increase in population can be anticipated by using population growth projection. The purpose of this paper is to determine the logistic model and project population growth in the Arfak Mountains Regency. The results of this study are the mathematical model of population growth in the Arfak Mountains Regency using the logistic model is: = (1 − ) The projected population growth of Arfak Mountains Regency in 2030 is (16) = 38.831 people with an intrinsic growth rate of which is 1,156671070. Keywords: Population Growth Projection, Logistic Model, Arfak Mountains. PENDAHULUAN Kabupaten Pegunungan Arfak merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Manokwari yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kabupaten Pegunungan Arfak di Provinsi Papua Barat. Kabupaten Pegunungan Arfak pada Tahun 2010 memiliki jumlah penduduk sebanyak 23.096 jiwa dan mengalami peningkatan di tahun-tahun berikutnya. Jumlah penduduk Kabupaten Pegunungan Arfak Tahun 2015 mengalami pertumbuhan sebesar 2,34 persen. (BPS, 2016). Pertumbuhan penduduk Kabupaten Pegunungan Arfak yang mengalami peningkatan setelah adanya pemekaran Menurut dapat menimbulkan masalah sosial pada daerah tersebut. Masalah- masalah sosial yang timbul akibat bertambahnya jumlah penduduk dapat diantisipasi dengan menggunakan proyeksi pertumbuhan penduduk menurut Erlich R Paul (1982). Proyeksi pertumbuhan penduduk bertujuan untuk menduga jumlah penduduk atau pertambahan penduduk pada suatu daerah dalam beberapa tahun kedepan, sehingga masalah sosial dapat diantisipasi dengan baik. Pertumbuhan penduduk merupakan fenomena alam yang dapat dimodelkan, sehingga dapat digunakan untuk proyeksi jumlah penduduk. Pemodelan pertumbuhan penduduk yang mempertimbangkan kapasitas tampung adalah pemodelan pertumbuhan logistik. Model pertumbuhan populasi logistik (logistic growth models) menggunakan kaidah logistik (logistic law) yaitu persediaan logistik ada batasnya, model ini mengasumsikan bahwa pada masa tertentu jumlah populasi akan mendekati titik kesetimbangan (equilibrium). Dalam titik ini jumlah kematian dan kelahiran dianggap sama, sehingga grafiknya dianggap konstan (zero growth) (Timuneno H.M, 2018). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan model logistik pada pertumbuhan penduduk Kabupaten Pegunungan Arfak dan memproyeksikan pertumbuhan penduduk di Kabupaten