17 TAWAKAL DAN KECEMASAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH PRAKTIKUM Agus Mulyana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jl. AH. Nasution No 105, Bandung e-mail: am.talenta@gmail.com Abstract This research was focused to get an overview of tawakal and anxiety among students who taking courses of the Rorschach test practicum at the Psychology Faculty of UIN Sunan Gunung Jati Bandung. Data were collected from 32 students by using questionnaires of tawakal and anxiety. The tawakal questionnaire used instrument made by Prapti Ningsih, consist of 53 items. Level of anxiety assessed by the Penn State Woory Questionnaire (PSWQ) developed by Meyer, Miller, Metzger, and Borkovec, which consist of 16 items. The result has shown that 4 students have high scores in both tawakal and anxiety. 18 students with high of tawakal and moderate anxiety. 6 students with high in tawakal and low anxiety. A student with moderate in tawakal and high anxiety. 3 students with a moderate score in both tawakal and anxiety. Keywords: tawakal, anxiety, rorschach test practicum Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai tawakal dan kecemasan pada mahasiswa yang mengontrak mata kuliah pilihan dengan metode praktikum di Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket tawakal yang dibuat oleh Prapti Ningsih, terdiri dari 53 item dan angket kecemasan menggunakan Penn State Woory Questionnaire (PSWQ) yang dikembangkan oleh Meyer, Miller, Metzger, dan Borkovec, terdiri dari 16 item. Dari 32 orang subyek, diperoleh bahwa derajat tawakal tinggi dan kecemasan tinggi sebanyak 4 orang, 18 orang memiliki tawakal tinggi dan kecemasan sedang. 6 orang tawakal tinggi dengan kecemasan rendah. 1 orang tawakal sedang dan kecemasan tinggi. 3 orang mahasiswa memiliki tawakal dan kecemasan sedang. Kata kunci: tawakal, kecemasan, praktikum tes rorschach PENDAHULUAN Setiap manusia pastilah pernah mengalami permasalahan dalam kehidup- annya, baik orang tua, dewasa, remaja bah- kan anak-anak karena pada dasarnya masa- lah tidaklah memandang usia. Masalah pun tidak memilih profesi karena setiap profesi apapun pastilah memiliki masalah. Hal yang membedakan adalah jenis perma- salahan yang dihadapinya. Salah satunya adalah mahasiswa yang pastinya tidak akan lepas dari permasalahan, baik perma- salahan pribadi dalam kehidupan ataupun masalah yang berkaitan dengan perkuliah- an. Secara umum, setiap permasalahan yang dihadapi biasanya akan disertai de- ngan kecemasan yang dirasakan oleh indi- vidu saat menghadapi masalah. Menurut Kaplan, Sadock dan Grebb (1997) kece- masan diartikan sebagai respon terhadap situasi tertentu yang mengancam dan merupakan hal yang normal terjadi me- nyertai perkembangan, perubahan, penga- laman baru atau yang belum pernah dila- kukan, serta dalam menemukan identitas diri dan arti hidup. Begitupun dengan mahasiswa Fakul- tas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Permasalahan yang dihadapi di- perkuliahan begitu beragam. Mulai dari masalah pemahaman terhadap materi, tugas dari dosen dan juga dalam meng- hadapi mata kuliah. Penghayatan mahasis- wa terhadap masalah pun berbeda-beda. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by eJournal of Sunan Gunung Djati State Islamic University (UIN)