E-ISSN : 2579-9258 Journal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika P-ISSN : 2614-3038 Volume 03, No. 02, Agustus 2019, pp. 437-446 437 EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA TAHAP PELAKSANAAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMA Irma Fitri 1 , Rena Revita 2 1,2 Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sultan Syarif Kasim Riau irma.fitri@uin-suska.ac.id Abstract This study is an evaluation study using a discrepancy model. The study was conducted in Bengkalis Regency with a population of state high schools in Bukit Batu and Siak Kecil sub-districts. The sample as a source of information in this study was a mathematics teacher and class XI high school students. Based on the type of data to be collected and its data sources, the data collection techniques used are quantitative and qualitative data collection techniques. The results of this study obtained the quality of the implementation of high school mathematics learning in the implementation of the 2013 curriculum included in both categories because the preliminary component, core component, and closing component have been implemented even though it has not been maximized. Keywords: Implementation Phase, Curriculum’s 2013 Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model evaluasi kesenjangan ( discrepancy model). Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bengkalis dengan populasi yaitu SMA Negeri di Kecamatan Bukit Batu dan Siak Kecil. Sampel sebagai sumber informasi dalam penelitian ini adalah guru matematika dan siswa SMA Negeri kelas XI. Berdasarkan jenis data yang akan dikumpulkan dan sumber datanya, maka teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini diperoleh kualitas pelaksanaan pembelajaran matematika SMA dalam implementasi kurikulum 2013 termasuk kategori baik karena komponen pendahuluan, komponen inti, dan komponen penutup telah dilaksankan walupun belum maksimal. Kata Kunci: Tahap Pelaksanaan, Kurikulum 2013 Melihat rendahnya mutu pendidikan dan kurangnya relevansi terhadap dunia kerja maka pemerintah perlu melakukan penyempurnaan dan penataan terhadap sistem pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penyempurnaan kurikulum pada setiap jenjang pendidikan. “Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar, dan kalender pendidikan” (Kemendikbud, 2012: 13). Pemerintah mulai merancang kurikulum pendidikan nasional baru sejak tahun 2010 yaitu kurikulum 2013. Kurikulum ini dirancang untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006. Perubahan dan pengembangan kurikulum 2013 bertujuan untuk menghasilkan manusia yang kreatif, produktif dan inovatif melalui pengetahuan yang terintegrasi, keterampilan dan penguatan sikap. Perubahan kurikulum harus disosialisasikan pada semua pihak yang berhubungan langsung dengan pendidikan, seperti guru, kepala sekolah, dinas pendidikan dan lain-lain. Sosialisasi tersebut dapat dilakukan dengan cara menginformasikan kebijakan implementasi kurikulum 2013 bagi guru kepada DPR, DPRD, Gubernur, Bupati/Wali Kota, Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan masyarakat serta pelatihan kurikulum 2013 kepada guru, kepala sekolah dan pengawas (Kemendikbud, 2012:4). Perubahan kurikulum dilalkukan dengan mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman tetapi tetap harus sistematis, terarah dan memiliki visi dan arah yang jelas. Kurikulum 2013 diharapkan dapat membentuk SDM yang berkualitas, sehingga bangsa Indonesia bisa menjawab berbagai masalah dan tantangan yang semakin rumit dan komplek. Hal ini