Ferry Fendrian,2013 Efektivitas Teknik Serangan Pukulan Dan Teknik Serangan Tendangan Terhadap Perolehan Poin Dalam Pertandingan Kumite Cabang Olahraga Karate Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karate merupakan seni beladiri yang dikembangkan di Jepang pada tahun 1922 (Nakayama, 1966). Karate berasal dari dua huruf Kanji; kara berarti kosong, sedangkan te berarti tangan (Funakoshi, dikutip dari Nakayama, 1966: 13; Nakayama, 1981: 11; Suardhana, 2006: 3; Sagitarius, 2008: 1). Kedua huruf Kanji tersebut bila digabungkan menjadi Karate, yang berarti tangan kosong. Karate memiliki pengertian seni beladiri tangan kosong yang digunakan untuk mengembangkan karakter melalui latihan (Nakayama, 1966: 13; 1981: 11; Suardhana, 2006: 3) sehingga seorang karateka tidak hanya mempelajari kekuatan fisik, namun juga mempelajari kekuatan mental, spiritual, dan kepribadian (Suardhana, 2006: 3). Dalam olahraga Karate terdapat tiga teknik utama, yaitu: Kihon (teknik dasar), Kata (jurus), dan Kumite (pertarungan). Diantara ketiga teknik utama tersebut nomor yang dipertandingkan dalam olahraga karate adalah nomor kata dan nomor kumite. Di Indonesia sendiri olahraga karate telah berkembang menjadi salah satu olahraga yang digemari, terbukti dengan banyaknya pertandingan karate baik kata maupun kumite yang diadakan di Indonesia dari tingkat daerah sampai tingkat nasional. Untuk dapat berprestasi secara optimal seorang atlit karate dituntut untuk menguasai teknik dasar (kihon) dalam olahraga karate. Penguasaan teknik dasar