JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2 (2017), 2337-3520 (2301-928X Print) A380 AbstrakGangguan pendengaran adalah salah satu gangguan kesehatan yang umumnya disebabkan oleh faktor usia atau karena sering terpapar suara yang keras. Gagalnya sinyal suara untuk mencapai otak merupakan penyebab utama gangguan pendengaran. Penderita gangguan pendengaran biasanya merasa kesulitan untuk mendengarkan suara yang terlalu kecil, di tempat yang ramai, ataupun kesulitan untuk mendengar pada frekuensi tertentu. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan alat bantu dengar yang dipasang pada telinga penderita. Sayangnya, alat tersebut masih mahal dan belum terjangkau oleh sebagian masyarakat. Alat bantu dengar berbasis smartphone merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah gangguan pendengaran. Sistem memanfaatkan smartphone untuk digunakan sebagai alat bantu dengar. Penderita gangguan pendengaran dapat mengunduh aplikasi ini pada smartphone mereka, dan dapat segera digunakan menggantikan alat bantu dengar. Publikasi ini bertujuan untuk membuat sebuah aplikasi alat bantu dengar dengan menggunakan algoritma yang didesain untuk menirukan cara kerja pendengaran manusia. Aplikasi akan menerima masukan sinyal suara dari microphone dan mengeluarkan suara dengan kualitas yang telah diperbaiki ke earphone penderita gangguan yang tertancap pada smartphone. Setelah diuji coba terhadap penderita gangguan pendengaran, aplikasi dapat membantu penderita untuk dapat mendengarkan suara yang diberikan dengan akurasi rata-rata sebesar 79.3%. Hasil pengujian ini cukup memuaskan karena penderita menjadi dapat mendengarkan suara layaknya pendengaran normal. Kata KunciAlat Bantu Dengar, Gangguan Pendengaran, Pendengaran, Smartphone. I. PENDAHULUAN ERKEMBANGAN teknologi informasi dalam beberapa decade terakhir sangat pesat. Salah satu teknologi yang sedang berkembang merupakan Assistive Technology. Assistive Technology merupakan teknologi yang dapat digunakan untuk membantu penderita gangguan untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat dilakukan dengan sempurna [1]. Salah satu gangguan yang sering dialami manusia merupakan gangguan pendengaran. Penderita seringkali tidak dapat mendengarkan suara dengan intensitas rendah dengan jelas, kesulitan mendengarkan di suasana lingkungan yang ramai, dan tidak dapat menangkap suara dengan frekuensi tertentu [2]. Gangguan pendengaran ini dapat berdampak terhadap kemampuan untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari penderita. Terdapat beberapa solusi yang sudah ada untuk mengatasi gangguan ini, antara lain dengan menggunakan bahasa tubuh. Bahasa tubuh sendiri memiliki kelemahan yaitu penderita tidak dapat berinteraksi melalui telepon, tidak dapat menonton film, ataupun tidak dapat mendengar dalam kondisi gelap. Solusi lainnya adalah dengan menggunakan alat bantu dengar. Alat ini dipasang pada telinga penderita agar dapat mendengarkan layaknya pendengaran normal. Namun, harga untuk alat bantu dengar tersebut cukup mahal sekitar 60 juta rupiah dan bervariasi sesuai kebutuhan penderita. Rata-rata alat tersebut juga hanya bertahan selama 5 tahun saja. Padahal, pada tahun 2015 terdapat 360 juta penderita gangguan pendengaran, yang mana 313 juta penderita berasal dari golongan menengah ke bawah [3]. Melihat harga alat bantu dengar yang cukup mahal tersebut, alat tidak dapat dijangkau oleh sebagian besar penderita gangguan pendengaran. Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis menerapkan metode perbaikan kualitas suara berbasis aplikasi smartphone. Aplikasi akan menerima masukan suara dari microphone, lalu melakukan proses perbaikan suara pada smartphone tersebut. Suara yang sudah diperbaiki kemudian akan dikeluarkan melalui headset atau earphone pengguna. Dengan demikian, penderita gangguan pendengaran akan dapat mendengarkan suara layaknya pendengaran normal melalui aplikasi tersebut. Diskusi pada jurnal ini dibagi dalam struktur sebagai berikut: Bab II membahas materi dan metode yang digunakan dalam aplikasi ini. Bab III membahas hasil dan diskusi uji coba yang dilakukan terhadap penderita gangguan pendengaran. Terakhir pada Bab IV membahas kesimpulan dan saran dari hasil yang didapatkan dalam penelitian ini. II. MATERI DAN METODE Pada sistem yang dibangun, terdapat beberapa algoritma yang digunakan untuk memperbaiki kualitas suara yang masuk. Metode tersebut dipilih dengan menirukan cara kerja pendengaran manusia agar dapat didengarkan oleh penderita gangguan pendengaran. Secara keseluruhan, alur kerja sistem dapat dilihat pada gambar 1. Sistem menggunakan metode acoustic reflex compression, butterworth filterbank, medial olivocochlear compression, channel gain, noise gate, dan signal merging. Alat Bantu Dengar Berbasis Smartphone untuk Membantu Penderita Gangguan Pendengaran Arianto Wibowo, Rully Soelaiman, dan Chastine Fatichah Departemen Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: rully@is.its.ac.id P brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)