73 PENGENALAN PENGUKURAN SUDUT (ANGLE) DAN APLIKASINYA DI KELAS V SEKOLAH DASAR (SD N 5 KERAMAS – BLAHBATUH) n. m. aSih dan l. P. SuciPtawati Fakultas MIPA, Jurusan MatematikaUniversitas Udayana Email: asihmath77@gmail.com ABSTRACT The aim of learning the introduction of measurement angle (acute angle, obtuse angle and privileged corner) at SDN5 Keramas Blahbatuh, can be understood by all students. Application in everyday life of objects that have angles can also be understood and mentioned by the students, hence increased students increase learning outcomes. Learning results show that the score of the average pre-test 60.16 increased after learning that occur spost-test average of 83.58. Test results do not accept H0 hypothesis, namely that the effect of treatment after a given learning, seen from the Evaluate that indicates 0.094. This means the application of learning and angle measurement application runs fne and successfully for student learning outcomes. Keywords: Measurement ofangle, Classroom action research, question and answer method, the inquirymethod. PENDAHULUAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengambil Lokasi di Desa Keramas Blahbatuh Kabupaten Gianyar. Di Desa Keramas terdapat sebuah yaitu SD N 5 Keramas yang sebagian siswanya berasal dari penduduk asli Keramas dan sekitar Gianyar, namun ada juga yang berasal dari penduduk pendatang yang orang tuanya bekerja dan bertempat tinggal di Keramas Balbatuh Gianyar. Sekolah ini memiliki 10 orang guru tetap dengan 1 orang Kepala Sekolah. Para orang tua siswa di SDN 5 Keramas ini sebagian besar memiliki penghasilan yang cukup dan tingkat pendidikan rata-rata SMA. Perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak dan dalam hal pendidikan cukup baik. Permasalahannya justru pada si anak itu sendiri. Anak-anak atau siswanya sendiri, motivasi belajarnya dan daya tangkap pada mata pelajaran matematika masih. Hal ini menjadi penting karena matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diiujikan pada Ujian Nasional. Matematika adalah mata pelajaran yang ditakuti oleh siswa karena dianggap sulit, sukar, menegangkan, membosankan dan tidak menyenangkan. Oleh karena itu seringkali nilai ulangan dan raport siswa masih rendah. Siswa masih perlu dibimbing oleh guru dan orang tuanya di rumah agar mencintai dan menyukai mata pelajaran matematika. Sebenarnya Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sudah memberi ruang agar pokok-pokok pembelajaran harus dikembangkan lebih lanjut oleh sekolah masing-masing. Harus diciptakan sistem pembelajaran dengan paradigma baru yang membuat para siswa tidak lagi takut dengan matematika. Salah satu cara yang dapat dipakai adalah mengubah model pembelajaran siswa menggunakan model tanya jawab dan metode inquiri, dengan mengajak siswa tahu dan mengerti cara mengukur sudut, alat apa yang dipakai, dan siswa diajak melihat langsung beberapa benda yang memiliki sudut. Jumlah Siswa kelas V di SD 5 Keramas terdiri dari 19 orang, 10 putra dan 9 putri. Semua siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran dan untuk menarik perhatiannya selain tanya jawab dan praktek, diselingi dengan kuis berhadiah. Berdasarkan kondisi di atas permasalahan yang dapat diangkat adalah (1). Bagaimana mengukur besaran sudut pada benda-benda di sekitar dan di Ruang dimensi N, (2). Bagaimana hasil yang diperoleh setelah diadakan pembelajaran ini, dilihat dari ketuntasan proses belajar menganjar (PBM) di bidang sudut (angle) dan ruang? Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah: (1). Mengetahui bagaimana mengukur besaran sudut dalam hal nyata dan di ruang dimensi N, (2). Mengetahui bagaimana hasil yang diperoleh setelah diadakan pembelajaran ini, dilihat dari ketuntasan PBM. Manfaat yang dapat diperoleh dari PBM ini adalah siswa-siswa SDN 5 Keramas akan mengetahui jika sumbu datar (horisontal) dengan sumbu tegak tertentu (vertikal)/kemiringan tertentu dapat diukur besaran sudutnya (angle). Bagi pendidik (Guru), dapat dijadikan salah satu acuan untuk peningkatan proses belajar mengajar di kelas, agar kelas menjadi aktif, bergairah, dan prestasi siswa dapat meningkat. METODE PEMECAHAN MASALAH Pemecahan masalah yang digunakan adalah dengan metode pembelajaran di kelas dari tanggal 15 Agustus – 10 September 2013. Khalayak sasaran yang Udayana Mengabdi 13 (2): 73 - 75 ISSN : 1412-0925