Copyright© 2023; Logon Zoes, e-ISSN 2745-3766 | 1
Volume 6, No 1, Pebruari 2023 (1-14)
e-ISSN 2745-3766 https://e-journal.stteriksontritt.ac.id/index.php/logon
Konsep Jiwa & Tubuh Manusia Menurut St. Maximos The Confessor
Kebajikan Jiwa dan Tubuh Manusia Menuju Pengilahian.
Rini Valentina Halawa
1
, Hendi Wijaya
2
1,2
Sekolah Tinggi Teologi Soteria
1
valenririn75@gmail.com,
2
hendi@sttsoteria.ac.id
Abstract: According to Idealistic and Materialistic Opinions, body and spirit are diametrically
opposed. The body is the visible physical component of a person, while the soul is the invisible, inner
component. While the soul is an essential component of all living things, the body is a connection of
substances that serves as the unique basis of the physical body capable of life. According to
Maximos, the divine capacity correlates with God becoming human through his love for humans.
This study aims to show how the virtues of the human body and soul can approach divinity. This
research work uses literature review as its methodology, with the book "Philokalia" as its main
source of information. Based on this, the writer tries to engage with the writings of the church
fathers in their books, journals and writings. According to research findings, firstly, people have
physical and spiritual dimensions. Second, the virtue shown by the soul is higher than that shown
by the body. Third, when humans act rightly then humans will become divine like Christ. Based on
these three ideas, humans will seek to organize their bodies and souls to direct them in acting
morally towards the oneness of God, or Theosis.
Keywords: body, divinity, human, soul, virtue
Abstrak: Menurut Pendapat Idealistis dan Materialistis, tubuh dan roh bertentangan secara
diametral. Tubuh adalah komponen fisik seseorang yang terlihat, sedangkan jiwa adalah
komponen batiniah yang tidak terlihat. Sementara jiwa adalah komponen penting dari semua
makhluk hidup, tubuh adalah koneksi substansi yang berfungsi sebagai dasar unik dari tubuh
fisik yang mampu hidup. Menurut Maximos, kapasitas ketuhanan berkorelasi dengan Tuhan
menjadi manusia melalui cintanya kepada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan
bagaimana kebajikan tubuh dan jiwa manusia dapat mendekati ketuhanan. Karya penelitian ini
menggunakan tinjauan pustaka sebagai metodologinya, dengan buku "Philokalia" sebagai
sumber informasi utamanya. Berdasarkan hal ini, penulis mencoba untuk terlibat dengan
tulisan-tulisan para bapa gereja dalam buku, jurnal, dan tulisan mereka. Menurut temuan
penelitian, pertama orang memiliki dimensi fisik dan spiritual. Kedua, kebajikan yang
ditunjukkan oleh jiwa lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh tubuh. Ketiga, ketika manusia
bertindak benar maka manusia akan menjadi ilahi seperti Kristus. Berdasarkan ketiga gagasan
ini, manusia akan berusaha untuk mengatur tubuh dan jiwa mereka untuk mengarahkan mereka
dalam bertindak secara moral menuju kesatuan Tuhan, atau Theosis.
Kata kunci: tubuh, jiwa, kebajikan, manusia, pengilahian
PENDAHULUAN
St. Maximos adalah seorang bapa Philokalia yang mengalami peristiwa ekstrim dalam
pelayanan. Maximos awalnya menjabat di layanan sipil sebagai sekretaris Kaisar
Heraklios. Namun, selama itu Maximos menjadi orang yang taat melayani Kristus dan
menolak ajaran sesat Monoergisme yakni paham yang menyatakan bahwa keselamatan