Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” ISSN 1693-4393 Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia Yogyakarta, 14 15 Juli 2020 Jurusan Teknik Kimia, FTI, UPN “Veteran” Yogy akarta I6 - 1 Pembuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Sampah Plastik Menggunakan Proses Pirolisis Bambang Sugiarto, Joshua Rio Arfianto * , dan Kris Monika Program Studi S1 Teknik Kimia, FTI, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Jl. SWK 104, Condong Catur, Yogyakarta 55283 E-mail: joshuaarfianto@gmail.com Abstract Pyrolysis of plastic waste is a thermochemical decomposition process of organic material in plastics with a heating process using little or no oxygen. This research does to determine the effect of the type of plastic waste on the amount of pyrolysis oil. The pyrolysis of plastic waste is carried out using PolyPropylene (PP) plastic seed feed and High Density Polyethylene (HDPE) plastic waste. Variable pyrolysis reactor feed that is as much as 500 grams - 2500 grams for each type of plastic. In this study using a reactor made of stainless steel with a maximum capacity of 3000 grams. The heat source used to heat the reactor is biomass pellets made from 100% wood. The pyrolysis oil produced from Polypropylene seeds is 72%, while the pyrolysis oil produced from High Density Polyethylene plastic waste is 31%. The yield difference is quite high due to the plastic seeds having a higher level of purity compared to plastic waste. The resulting pyrolysis oil density results close to the density value of Pertamax fuel. The heating value of pyrolysis oil is close to the heating value of kerosene. The flash point value of pyrolysis oil is included in the kerosene flash point value. Keywords: pyrolysis, PolyPropylene, High Density Polyethylene, density, heating value. Pendahuluan Saat ini, plastik masih menjadi bahan yang sulit tergantikan untuk berbagai kebutuhan hidup manusia sehari-hari. Plastik sangat mudah ditemui pada berbagai kemasan makanan, produk-produk elektronik, keperluan rumah tangga, dan lain-lain. Jenis plastik yang biasa digunakan sebagai bahan baku diantaranya adalah Low Density Polyethylene (LDPE), High Density Polyethylene (HDPE), Polyethylene Terephalate (PET), Polypropylene (PP), dan Polyvinyl Chloride (PVC). Plastik yang banyak ditemukan ialah PP yang digunakan sebagai gelas air mineral, PET yang digunakan sebagai bahan baku botol air mineral, HDPE yang digunakan sebagai botol susu cair, dan LDPE yang digunakan sebagai kantong belanja. Penggunaan plastik akan terus meningkat karena karakteristik yang dimiliki plastik. Dengan demikian, produksi sampah plastik akan terus meningkat. Meningkatnya sampah plastik ini akan menjadi masalah serius apabila tidak dicari penyelesaiannya. Tak jarang masyarakat membakar langsung sampah plastik untuk mengurangi jumlah sampah di lingkungan, padahal sampah plastik yang dibakar akan menghasilkan gas hydrogen sulfide (H 2S) yang merupakan racun bagi lingkungan. Apabila dalam sampah plastik terdapat kandungan klorida (Cl) yang dapat menghasilkan dioksin yang dapat menyebabkan kanker jika dibakar dengan suhu rendah. (Rahayu , 2012) Oleh karena itu diperlukan metode untuk menanggulangi banyaknya sampah plastik yaitu dengan mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak menggunakan metode pirolisis. Pada penelitian ini akan dilakukan proses pirolisis sampah plastik jenis HDPE dan biji plastik PP. Sampah plastik jenis HDPE yang digunakan berupa botol shampoo, dan tutup gallon. Proses pirolisis menggunakan sumber panas yang berasal dari pellet biomassa dengan komposisi 100% kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis sampah plastik dan biji plastik terhadap perolehan minyak hasil pirolisis, mengetahui sifat fisik dan sifat kimia dari minyak hasil pirokisis serta mengetahui pengaruh jenis plastik terhada sifat fisik dan sifat kimia dari minyak hasil pirolisis. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada pirolisis sampah plastik merupakan metode eksperimental yang terdiri dari III tahap berkesinambungan agar tujuan penelitian dapat tercapai. Tahap I adalah persiapan awal. Pada tahap ini dilakukan persiapan bahan baku yang berupa sampah plasik HDPE dan biji plastik PP. Persiapan yang dilakukan meliputi pencacahan, pembersihan, serta pengeringan sampah plastik.