JURNAL HIMASAPTA, Vol. 6, No. 2, Agustus 2021: 67-71 67 Perhitungan sumberdaya batubara di wilayah IUP Operasi Produksi PT Angsana Jaya Energi, Provinsi Kalimantan Selatan Coal resources estimation in the production operation area of PT Angsana Jaya Energi, Kalimantan Selatan Province Akmal Firdaus*, Uyu Saismana, Romla Noor Hakim Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani Km. 35,5 Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Telp.0812-7670-1521, Indonesia e-mail: *akmlfds@gmail.com, uyu@ulm.ac.id, romla@ulm.ac.id ABSTRAK CV Inti Mitra Gemilang merupakan perusahaan jasa eksplorasi dan pemboran yang melakukan kerjasama kemitraan dengan pemilik kuasa pertambangan PT Angsana Jaya Energi yang berlokasi Desa Bayansari, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menghitung sumberdaya batubara menggunakan metode circular dimana sumberdaya terbagi menjadi tiga yaitu terukur dengan jarak 250m, tertunjuk dengan jarak 500m, dan tereka dengan jarak 1000m. Hasil permodelan batubara menunjukkan sebaran batubara mengarah ke timur laut - barat daya dengan strike sebesar N140°E dengan arah kemiringin sebesar N230°E dan dip berkisar antara 35°. Hasil korelasi batubara menunjukkan sumberdaya batubara terdiri dari 3 seam yaitu seam A, B dan C dengan rata-rata ketebalan berturut-turut antara lain 3,7m, 5,57m, dan 0,58m. Permodelan seam A dan seam B mengalami percabangan ke arah barat daya dengan rata-rata ketebalan antara lain seam A1 sebesar 2,16m, seam A2 sebesar 2,99m, seam B1 sebesar 1,5m, dan seam B2 sebesar 1,82m. Berdasarkan hasil estimasi diperoleh volume dan luasan untuk masing-masing sumberdaya sebagai berikut: tereka sebesar 10.188.425 ton dan 102,21 Ha, tertunjuk sebesar 4.219.062,62 ton dan 73.36 Ha, dan terukur sebesar 122.746.259 ton dan 616,44 Ha. Kata-kata kunci: eksplorasi, permodelan, estimasi ABSTRACT CV Inti Mitra Gemilang is an exploration and drilling service company that collaborates with the owner of the mining authorization PT Angsana Jaya Energi, which is located in Bayansari Village, Angsana District, Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan Province. This study calculates coal resources using the circular method where the resources are divided into three, namely measured by a distance of 250m, indicated by a distance of 500m, and inferred by a distance of 1000m. The results of the coal modeling show that the distribution of coal is northeast-southwest with a strike of N140°E with a slope of N230°E and a dip of around 35°. Coal correlation results show that coal resources consist of 3 seams, namely A, B, and C seams with an average thickness of 3.7m, 5.57m, and 0.58m, respectively. The modeling of seam A and seam B has to branch to the southwest with an average thickness of 2.16m seam A1, 2.99m seam A2, 1.5m seam B1, and 1.82m seam B2. Based on the estimation results, the volume and area for each resource are as follows: inferred at 10,188,425 tons and 102.21 Ha, indicated at 4,219,062.62,62 and 73.36 Ha, and measured at 122,746,259 tons and 616.44 Ha. Keywords: exploration, modeling, estimation PENDAHULUAN Pada Industri pertambangan batubara pemenuhan kenutuhan batubara yang sesuai dengan spesifikasi pasar menjadi hal penting. Mengingat tingginya kompetisi di industry pertambangan batubara, maksimum recovery dengan biaya yang minimum adalah hal yang pasti. Agar mencapai perhitungan sumberdaya semata tidaklah cukup. Sumberdaya batubara (Coal Resources) adalah bagian dari endapan batubara yang di harapkan dapat dimanfaatkan. Sumberdaya batubara ini dibagi dalam kelas- kelas sumberdaya berdasarkan tingkat keyakinan geologi yang ditentukan secara kulititatif oleh kondisi geologi atau tingkat kompleksitas dan secara kuantitatif oleh jarak titik informasi [1]. Perhitungan sumberdaya dapat menggunakan metode polygon, metode isoline ataupun metode circular seperti yang digunakan dalam penelitian ini. Seperti pada metode circular, metode polygon menggunakan nilai titik data sebagai sentral data untuk mewakili area pengaruh. Sedangkan metode isoline dilakukan dengan menghitung luasan masing-masing area kontur roof dan floor [2]. Sumberdaya ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila setelah dilakukan kajian kelayakan dinyatakan layak. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka metode perhitungan cadangan telah sangat berkembang secara komputerisasi dengan menggunakan software yang sudah ada sekarang ini tanpa mengubah folosofi perhitungan [3]. Pada lokasi terdapat 39 lubang bor dengan pemboran menggunakan alat bor jocro 200, dengan jarak antara titik bor yaitu 200m, besar diameter lubang adalah 3 inchi, minimal kedalaman lubang bor 35 meter, maksimal kedalaman drill hole 134,17 meter dan rata-rata kedalaman drill hole 67,6 meter, dengan total kedalaman drill hole keseluruhan adalah 2500 meter. Adanya perbedaan standarisasi eksplorasi JORC dengan SNI, dan kebanyakan perusahaan besar lebih memilih menggunakan standarisasi eksplorasi JORC karena untuk mencari insvestor lebih mudah karena standarisasi eksplorasi JORC lebih di percaya. Untuk itu, penulisan menggunakan perbandingan standarisasi eksplorasi JORC dengan SNI dan untuk perhitungan sumberdaya menggunakan metode circular pada konsultan eksplorasi CV Inti Mitra Gemilang pada wilayah operasional PT Angsana Jaya Energi.