El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 3 No 1 Juni 2022: 76-91 76 EPISTEMOLOGI PERIPATETIK IBNU SINA Nano Warno, Yulian Rama Pri Handiki STAI Sadra Jakarta Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang nanowarno2021@gmail.com yulianprihandiki_uin@radenfatah.ac.id Abstrak Ibnu Sina membantah relatifitas filsafat, menurutnya filsafat merupakan kajian universal yang bukan wacana relatif, karena keragaman pendapat tidak mungkin bisa dibenarkan semua. Walau begitu, Ibnu Sina tidak menafikan keterbatasan akal dan pengetahuan manusia yang hanya dapat mencapai esensi (mahiyah) bukan hakikat. Dalam epistemologi Peripatetik, metodologi pengetahuan itu dibagi menjadi tiga : induksi (istiqra), deduksi (silogisme) dan analogi (tamtsil). Selain itu juga Ibnu Sina memandang penting peran memori dalam konstruksi premis. Kata Kunci: epistemologi, peripatetik, universal Abstract Ibn Sina denies the relativity of philosophy, according to him philosophy is a universal study that is not a relative discourse, because it is impossible to justify all of the diversity of opinions. Even so, Ibn Sina does not deny the limitations of human reason and knowledge which can only reach the essence (mahiyah) not the truth of the essence. In Peripatetic epistemology, the methodology of knowledge is divided into three: induction (istiqra), deduction (syllogism) and analogy (tamtsil). In addition, Ibn Sina also views the important role of memory in the construction of premises. Keywords: epistemology, peripatetic, universal PENDAHULUAN Filsafat Islam secara historis, pertama dan paling bertahan adalah peripatetik. Setiap aliran filsafat setelahnya dari filsafat iluminasi, filsafat Hikmah Muta’aliyah dan 1 Muhammad Iqbal Maulana and Syahuri Arsyi, “Tradisi Filsafat Iluminasionisme Dan Pengaruhnya Terhadap Kajian Filsafat Islam,” bahkan juga irfan tidak dapat lepas dari pengaruhnya. Filsafat Iluminasi, Suhrawardi sang martir (al-Maqtul) pendiri filsafat iluminasi juga banyak memanfaatkan prinsip-prinsip peripatetik. 1 TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin 20, no. 1 (July 5, 2021): 32–62, https://tajdid.uinjambi.ac.id/index.ph p/tajdid/article/view/140.