Prosiding Seminar Nasional MIPA UNIPA 2022 (ISSN - 2654-7724) 1 UJI EFIKASI EKSTRAK DAUN LAMTORO, TEMBELEKAN, PEPAYA DAN MIMBA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU LARVA Ostrinia furnacalis Sofiyatul Mufidah*, Sama’ Iradat Tito, Hasan Zayadi Program studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Islam Malang, Malang *Koresponden: solihacandra95@gmai.com ABSTRAK Jagung merupakan bahan pangan sumber karbohidrat dan protein. Oleh karena itu, jagung berpotensi jadi bahan alternative untuk pengganti beras. Kerugian yang cukup besar disebabkan salah satu hama yang sering ditemukan yaitu Ostrinia furnacalis hingga mencapai 80%. penggunaan pestisida sintetik mengakibatkan kerugian hasil yang disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT) yang dapat ditekan tetapi berdampak negatif terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kombinasi dan konsentrasi ekstrak daun lamtoro, tembelekan, pepaya, dan mimba yang efektif terhadap perubahan perilaku dan mortalitas penggerek batang Ostrinia furnacalis. Bahan yang digunakan yaitu larva Ostrinia furnacalis instar III dan kombinasi ekstrak daun. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu kontrol(0%), kombinasi EDTP dan EDML masing-masing konsentrasi 5%, 10%, 15% dengan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kombinasi berpengaruh pada perubahan perilaku gerak dan makan larva Ostrinia furnacalis dengan ditandai penurunan berat batang yang dimakan. Hal ini terjadi karena senyawa metabolit yang terkansung dalam ekstrak daun mampu mempengaruhi metabolisme pada larva Ostrinia furnacalis. Kombinasi EDML 10 % memberikan pengaruh terbaik karena larva Ostrinia furnacalis sudah berhenti makan lebih cepat dibandingkan perlakuan lainnya yaitu pada hari ke 3 setelah aplikasi ekstrak telah berhenti makan dan mengalami kematian. Keywords: Ekstrak daun, Lamtoro, mimba, Ostrinia furnacalis, pepaya, perubahan perilaku, tembelekan. PENDAHULUAN Jagung merupakan bahan pangan sumber karbohidrat dan protein. Oleh karena itu, jagung berpotensi jadi bahan alternative untuk pengganti beras. Hal ini dilihat bahwa dibeberapa daerah di Indonesia jagung dijadikan sebagai makanan pokok. Namun untuk mempertahankan produksi jagung tentunya banyak masalah yang akan dihadapi di lapangan yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman tergangangu sehingga menurunkan produksi tanaman, sehingga produksi jagung mengalami penurunan salah satunya disebabkan oleh serangan hama. kerugian yang cukup besar disebabkan salah satu hama yang sering ditemukan pada tanaman jagung yang statusnya penting adalah hama penggerek batang jagung Ostrinia furnacalis ( Budiman, 2016). Kehilangan hasil jagung akibat Ostrinia furnacalis hingga mencapai 80%. Tanaman jagung yang terserang hama ini dimusnahkan, sehingga jika serangan tinggi mengakibatkan gagal panen, hasil panen berkurang. Hama ini merusak daun, bunga jantan, lalu menggerogoti batang jagung (Pangumpia, 2019). Penggunaan pestisida sintetik di lingkungan pertanian sangat membuat banyak petani dilema, penggunaan