432 | Konferensi Nasional Bahasa Arab VI (KONASBARA) 2020 ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI SEKOLAH DASAR: HOTS, MOTS, LOTS? Suci Ramadhanti Febriani UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Suciramadhantifebriani11@gmail.com Abstrak Pembelajaran bahasa Arab di era digital merupakan tantangan tersendiri bagi guru maupun siswa. Hal ini beriringan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengintegrasikan pembelajaran dengan kompetensi teknologi sebagai upaya membentuk manusia yang berdaya saing global. Pembelajaran bahasa Arab menjadi salah satu peran yang mendukung dalam persaingan global sebagai alat komunikasi internasional. Proses pembelajaran bahasa Arab di Sekolah Dasar perlu dievaluasi sebagai bahan acuan perbaikan dalam proses belajar tingkat dasar. Atas dasar tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran bahasa Arab di SDIT Al-Azhar Padang dan mengategorikan pembelajaran dalam kategori HOTS, MOTS ataupun LOTS. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data melalui metode triangulasi data dan sumber penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab di SDIT Al-Azhar Padang telah memenuhi standar pembelajaran HOTS (Higher Order Thinking Skills) dengan indikasi bahwa pembelajaran bahasa Arab menuntut kreativitas dan inovasi siswa untuk menggali informasi tentang kosakata, bunyi maupun struktur kalimat secara mandiri melalui peran guru dalam mengintegrasikan media, materi dan evaluasi berbasis digital. Penelitian ini merekomendasikan penelitian lain untuk menguji efektivitas pembelajaran bahasa Arab di SDIT Al-Azhar Padang. Kata Kunci: HOTS, LOTS, MOTS, Pembelajaran Bahasa Arab PENDAHULUAN Isu pendidikan Indonesia sudah mengalami kemajuan yang nyata. Hal ini dilihat dari proses perubahan kurikulum 2013 yang telah mengalami pembaharuan pada kurikulum 2019 yang telah direvisi beberapa waktu lalu. Dalam kurikulum 2019, tuntutan berfikir kritis siswa telah dipaparkan dalam pendekatan saintifik serta dorongan pembelajaran komunikatif. Istilah pendekatan saintifik populer pada tahun 2013 yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud, 2014). Landasan filosofis terkait Kurikulum 2013 adalah UU No 20/2003 tentang sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 Butir 1 yang menyatakan bahwa “Pendidi kan adalah