Jurnal Ilmiah Dikdaya, 12(2), September 2022, 479-492 Publisher: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Batanghari Jambi ISSN 2088-5857(Print), ISSN 2580-7463 (Online) DOI 10.33087/dikdaya.v12i1 479 Perbandingan Proses Pembelajaran Tatap Muka dengan Pembelajaran Daring terhadap Efektifitas Belajar Siswa Kelas XI Akutansi di SMK PGRI 2 Kota Jambi Mayasari 1 , Romi Kurniadi 2 , Sandra Novita 3 , Destri Yaldi 4 dan Fachruddiansyah Muslim 5 1,2,4,5 Dosen Universitas Jambi, Indonesia 3 Guru SDN 36 Kota Jambi, Indonesia Correspondance email: mayasari@unja.co.id Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan proses pembelajaran tatap muka dengan pewmbelajaran daring terhadap efektivitas belajar siswa pada kelas XI Akuntansi di SMK PGRI 2 Kota Jambi. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Eksperiment. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 78 siswa dari seluruh kels XI Akuntansi SMK PGRI 2 Kota Jambi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen (XI AK2) sebanyak 26 Siswa dan kelas kontrol (XI AK1) sebanyak 26 siswa. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya wawancara, observasi dan pemberian tes berupa pilihan ganda. Uji instrument penelitian yang digunakan antara lain uji validitas soal dan uji realibilitas soal, uji tingkat kesukaran, dan uji daya pembeda. Selanjutnya dilakukan uji statistic inferensial yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji ancova untuk menjawab hipotes penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara efektivitas belajar siswa melalui proses pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring terhadap efektivitas belajar siswa kelas XI Akuntansi SMK PGRI 2 Kota Jambi. Hal ini dibuktikan dengan perhitungan uji ancova yang tertera pada tabel Tests of Between-Subjects Effects diperoleh taraf signifikansi pada baris “Efektivitas Belajar” sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa belajar siswa dapat dikatakan efektif apabila ketuntasan belajar dapat tercapai dengan baik melalui proses pembelajaran yang menunjang sehingga interaksi antara guru dan siswa maupun sesama siswa dapat memacu antusias yang tinggi bagi siswa, sehingga guru pun dapat menciptakan suasana belajar yang edukatif dan kondusif. Kata Kunci: Pembelajaran tatap muka, pembelajaran daring, dan efektivitas belajar Abstract. This study aims to compare the face-to-face learning process with online learning on the effectiveness of student learning in class XI Accounting at SMK PGRI 2 Jambi City. The design of this study uses the Quasi Experiment method. The population in this study was 78 students from all XI Accounting Classes at SMK PGRI 2 Jambi City. The sample used in this study consisted of two classes, namely the experimental class (XI AK2) with 26 students and the control class (XI AK1) with 26 students. Data collection techniques used in this study include interviews, observation and multiple choice tests. The research instrument tests used include the validity of the questions and the reliability of the questions, the level of difficulty test, and the test of discriminating power. Furthermore, inferential statistical tests were carried out, namely normality tests and homogeneity tests. The hypothesis test used is the ANCOVA test to answer the research hypothesis. Based on the results of this study, it can be obtained that there is a significant difference between the effectiveness of student learning through the face-to-face learning process and online learning on the learning effectiveness of students in class XI Accounting at SMK PGRI 2 Jambi City. This is evidenced by the calculation of the ancova test listed in the Tests of Between-Subjects Effects table, the significance level in the line "Learning effectiveness" is 0.000 <0.05. Thus, it can be explained that student learning can be said to be effective if mastery learning can be achieved properly through a supportive learning process so that interactions between teachers and students as well as fellow students can spur high enthusiasm for students, so that teachers can create an educative learning atmosphere and conducive. Kata Kunci: Face-to-face learning, online learning, and learning effectiveness PENDAHULUAN Belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang bersifat implisit maupun eksplisit. Pembelajaran implisit adalah pembelajaran informasi yang kompleks secara insidental, tanpa kesadaran tentang apa yang dipelajari, sedangkan pembelajaran eksplisit merupakan proses belajar mengajar yang merupakan inti dari kegiatan pendidikan disekolah agar tujuan-tujuan pembelajaran berjalan dengan benar.