ISBN 978-602-71759-6-9 Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan VI Universitas Hasanuddin, Makassar, 21 Juni 2019 249 Kajian Kesesuaian Lingkungan Perairan untuk Budidaya Rajungan dalam Karamba Jaring Ditenggelamkan di Perairan Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan Study of water environment suitability for swimming crab culture using submerged net cage in the water of Pangkep Regency, South Sulawesi Province Ihsan 1* , Asbar 2 dan Asmidar 2 1 Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 2) Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan Universitas Muslim Indonesia, Makassar Sulawesi Selatan *Corresponding author: ihsan.ihsan@umi.ac.id ABSTRAK Kajian kesesuaianlingkungan perairan untul budidaya rajungan dalam karamba jaring ditenggelamkan di perairan Kabupaten Pangkep, bertujuan mengkaji kesesuaian lingkungan perairan terkait fisika dan kimia oseanografi untuk budidaya rajungan dan mengkaji kesesuaian lokasi budidaya rajungan di perairan Kabupaten Pangkep. Penelitian di laksanakan di perairan Kabupaten Pangkep pada A p r i l s / d Desember 2017. Bahan dan alat yang digunakan meliputi current meter, handrefraktor meter, DO meter, kamera bawah air,thermometer, global positioning system,label, alattulis, dan seichidisk.Data dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan cara pengukuran langsung dilapangan terhadap potret kondisi sumberdaya rajungan,benih rajungan,biogeofisik perairan dan lingkungannya.Data sekunder dikumpulkan pada instansi terkait. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif yakni untuk menentukan kesesusian lingkungan perairan dan analisis kesesuaian lokasi budidaya rajungan menggunakan sistem informasi geografis, metode ArcView, dengan perangka tkeras, dan lunak.Hasil pengukuran aspek fisika dan kimia oseanografi, menunjukan adanya perbedaan nilai parameter fisika dan kimia oseanografi yang terukur berdasarkan topografi perairan dengan kisaran nilai antara lain: oksigen terlarut 5,1 - 10,7mg/l, salinitas 7 35 , suhu 32 - 34,4 0 C dan pH 7 8, sesuai kriteria parameter kualitas air ini layak untuk budidaya rajungan. Selanjutnya hasil analisis spasial kesesuain perairan untuk kegiatan budidaya rajungan dalam karamba jaring ditenggelamkandengan menggunakan indikator suhu, salinitas, oksigen, pH dan kecerahan diperoleh 3 kriteris kesesuaian meliputi: sesuai luasnya 89.131,37 ha; cukup sesuai luasnya 109.164,87 ha; dan tidak sesuai luasnya 4.577,56 ha. Kata kunci : lingkungan; perairan; kesesuaian; budidaya; rajungan; karamba jaring ditenggelamkan; Pangkep. Pendahuluan Potensi sumberdaya hayati rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditi yang memiliki nilai ekonomis penting, karena daging rajungan merupakan salah satu andalan ekspor Indonesia. Setiap tahunnya ekspor rajungan mengalami peningkatan permintaan terutama pasar Asia, Eropa, dan Amerika, menyebabkan sumberdaya rajungan banyak di eksploitasi oleh nelayan,dan andalan utama ekspor rajungan berasal dari penangkapan di laut. Disamping itu permintaan konsumsi dalam negeri juga cukup besar. Keuntungan yang besar dalam menjual rajungan, membuat banyak orang berlomba-lomba dalam kegiatan pemanfaatan rajungan mulai dari penangkapan, pengolahan hingga pemasaran rajungan.Pada dasarnya terdapat tiga unsur utama dalam pengelolaan rajungan ini, yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat nelayan. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa pihak pemerintah dan pihak swasta yang menguasai pengelolaan dari rajungan, namun sebenarnya pihak nelayan pun