Jurnal Bahasa & Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Volume: 2 | Nomor 2 | November 2022 E-ISSN: 2809-238X DOI: 10.47709/jbsi.v2i2.1880 261 Citra Perempuan dalam Novel “Si Anak Pemberani” Karya Tere Liye: Kajian Kritik Sastra Feminisme Author: Legi Aspriyanti 1 Rm. Teguh Supriyanto 2 Yusro Edy Nugroho 3 Afiliation: Universitas Negeri Semarang 1,2,3 Corresponding email legiaspriyanti@students.unnes.ac.id 1 teguh.supriyanto@mail.unnes.ac.id 2 yusronugroho@mail.unnes.ac.id 3 Histori Naskah: Submit: 2022-11-19 Accepted: 2022-11-26 Published: 2022-11-29 This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License Abstrak: Perempuan menjadi objek yang paling sering dijadikan sebagai tokoh utama dalam karya sastra, salah satunya adalah novel. Hal ini dilandasi oleh kepribadian perempuan yang sangat variatif dan berbeda dari laki-laki. Kepribadian perempuan terlihat dari citra yang ditampilkan dalam cerita. Oleh karena itu, peneliti melakukan analisis novel “Si Anak Pemberani” karya Tere Liye untuk mengetahui citra perempuan di dalam novel tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah kritik sastra feminisme. Sumber data yang digunakan adalah novel “Si Anak Pemberani” karya Tere Liye. Data penelitian yang digunakan adalah kutipan/paragraf yang menggambarkan citra perempuan dalam novel tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Selanjutnya teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Terdapat 15 data yang menunjukkan citra perempuan dalam novel “Si Anak Pemberani” karya Tere Liye. Citra perempuan tersebut dikategorikan menjadi tiga, yaitu citra perempuan dalam hubungannya dengan Tuhan, manusia, dan diri sendiri. Eliana sebagai tokoh utama memiliki citra perempuan bertaqwa kepada Tuhan, suka menolong, peduli lingkungan, tegas, pemberani, amanah, jujur, teladan, bertanggung jawab, pintar, dan sukses. Melalui citra perempuan yang ditampilkan, Tere Liye hendak menyampaikan bahwa perempuan adalah sosok yang kuat, cerdas, dan sukses sehingga bisa mendapatkan kesetaraan hidup yang sama dengan kaum laki-laki. Kata kunci: Citra; Feminisme; Novel; Perempuan; Si Anak Pemberani; Tere Liye Pendahuluan Pelabelan negatif terhadap kaum perempuan sebagai kaum lemah, rasional, dan emosional bermula dari adanya mitos yang terbangun pada masyarakat terdahulu. Perempuan hanya ditakdirkan untuk hamil, melahirkan, menyusui, membesarkan anak, mendidik anak, pelayan suami, dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga (Dewi, 2009). Selain itu,fakta yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa banyak perempuan mendapatkan penderitaan yang datang dari faktor ekonomi, sosial, budaya,dan sebagainya. Salah satu penyebab penderitaan tersebut muncul karena ketidakberdayaan perempuan dalam upaya melawan dan mempertahankan diri. Berdasarkan hal tersebut, posisi perempuan dijadikan sebagai manusia nomor dua setelah laki-laki. Pelabelan negatif tersebut membuat perempuan dianggap tidak bisa memimpin sehingga memunculkan diskriminasi. Akibatnya, muncul sebuah gerakan yang memperjuangkan hak-hak kaum perempuan yang dinamakan dengan feminisme. Feminisme merupakan