Journal of Telenursing (JOTING) Volume 4, Nomor 1, Juni 2022 e-ISSN: 2684-8988 p-ISSN: 2684-8996 DOI : https://doi.org/10.31539/joting.v4i1.3464 215 DETERMINAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Mili Arthanedi Jumetan 1 , Pius Weraman 2 , Marylin Junias 3 Universitas Nusa Cendana 1,2,3 miliarthanedi@gmail.com 1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di wilayah kerja Puskesmas Batakte Kabupaten Kupang tahun 2021. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi- square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengetahuan dan dukungan suami memperoleh p-value sebesar 0,000, sedangkan pada nilai/kepercayaan individu adalah sebesar 0,038. Simpulan, terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, dukungan suami serta nilai/kepercayaan individu dengan penggunaan MKJP di Wilayah Kerja Puskesmas Batakte Kabupaten Kupang Tahun 2021. Kata Kunci: Dukungan Suami, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, Nilai/Kepercayaan Individu, Pengetahuan ABSTRACT This study aims to analyze the factors that influence the use of the Long-Term Contraceptive Method (MKJP) in the working area of the Batakte Health Center, Kupang Regency in 2021. The method used is descriptive analytic with a cross-sectional design. The data obtained were analyzed using the chi-square test. The results showed that the husband's knowledge and support factor obtained a p-value of 0.000, while the individual's value/trust was 0.038. In conclusion, there is a significant relationship between knowledge, husband's support and individual values/beliefs with the use of MKJP in the Batakte Health Center Work Area, Kupang Regency in 2021. Keywords: Husband's Support, Long Term Contraception Method, Individual Values/Beliefs, Knowledge PENDAHULUAN Masalah kependudukan merupakan masalah yang serius tidak saja bagi negara- negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, tetapi juga bagi Negara-negara maju. Perkembangan penduduk tanpa disertai dengan kontrol untuk mengatur jumlah penduduk yang diinginkan, hanya akan menimbulkan problem sosial dan ekonomi dengan segala akibatnya (Mayasari et al., 2018). Sasaran program KB adalah terkendalinya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya keluarga kecil yang berkualitas. Untuk mencapai sasaran tersebut, maka disusun beberapa arahan kebijakan, salah satunya adalah peningkatan pemakaian kontrasepsi yang efektif dan efisien untuk jangka waktu Panjang (Karlina et al., 2020). Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah